News

Gerhana Bulan Total Supermoon, Waktu Puncak Hanya 14,5 Menit

JAKARTA, FaseBerita.ID – Gerhana bulan total pada Rabu, 26 Mei 2021 kemarin malam terjadi saat bulan berada di umbra bumi, yang berakibat saat puncak gerhana bulan total sehingga bulan akan terlihat berwarna merah atau yang lebih dikenal dengan istilah Blood Moon.

Seluruh proses gerhana bulan total supermoon dari awal sampai tuntas, berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik. Waktunya untuk wilayah Indonesia bagian barat, dimulai pukul 15:47:39 dan berakhir pukul 20.49 WIB.

“Durasi fase total gerhananya terbilang cukup singkat, yakni 14 menit 30 detik,” kata Andi Pangerang, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Rabu 26 Mei 2021.

Menurutnya, waktu puncak gerhana bulan total supermoon itu akan terjadi pada pukul 18.18.43 WIB atau 19.43.18 WITA atau 20.43.18 WIT. Adapun jarak Bulan saat puncak gerhana yaitu 357.464 kilometer dari Bumi.

Karena dalam posisi tergolong berjarak dekat dengan Bumi, maka Bulan akan tampak lebih terang 15,6 persen dari rata-rata purnama biasanya. “Atau 29,1 persen lebih terang dibandingkan dengan ketika Bulan dalam posisi terjauh dari bumi,” ujarnya lewat keterangan tertulis.

Lantaran posisi bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon.

Observatorium Bosscha mengatakan fenomena astronomi bisa disaksikan tanpa alat bantu. Hanya dengan keluar ruangan dan memandang ke langit bulan sudah bisa terlihat.

Gerhana bulan total bisa dilihat tanpa alat karana tidak memiliki intensitas cahaya yag berbahaya seperti gerhana Matahari. Bulan hanya mendapat cahaya dari pantulan sinar matahari, bukan sebagai sumber cahaya.

Detik-detik Waisak

Selain itu keunikan lainnya terutama pada fase puncak gerhana, yaitu terkait dengan detik-detik Waisak pada 26 Mei 2021 pukul 18.13.30 WIB atau 19.13.30 WITA, atau 20.13.30 WIT dengan jarak bulan 357.461 kilometer dari Bumi.

“Detik-detik Waisak terjadi ketika Purnama Waisak atau disebut juga Waisaka Purnima,” kata Andi.
Pada saat bulan purnama, menurutnya, Matahari dan Bulan sedang berada dalam satu garis lurus sehingga cahaya Matahari dapat menerangi permukaan Bulan secara maksimal. Kelurusan posisi dikenal dengan istilah oposisi (solar) atau istiqbal. “Jadi Matahari dan Bulan membentuk sudut 180 derajat satu sama lain dalam peredarannya,” katanya.

Posisi itu, menurut Andi, yang disebut sebagai detik-detik Waisak pada bulan Waisaka berdasarkan penanggalan India yang didasari oleh peredaran Bulan.

LAPAN rencananya akan menggelar pengamatan gerhana bulan total serentak di sembilan lokasi. Hasil pengamatannya disiarkan langsung lewat Internet di laman atau akun media sosial Lapan. Beberapa perangkat yang juga disiapkan seperti teleskop, kamera, dan komputer.

Gerhana bulan total malam ini bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2021 yang dirayakan pemeluk agama Budha. Kejadian tersebut menjadi spesial karena belum tentu sering terjadi.

Waisak sendiri dirayakan setiap Mei tepatnya pada waktu terang bulan atau dengan istilah lain yaitu Purnama Sidhi untuk memperingati Trisuci Waisak yakni tiga peristiwa penting, yakni kelahiran, penerangan agung, dan kematian

Buddha Gautama

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada tujuh fase gerhana bulan total. Tiga fase awal adalah gerhana mulai (P1), gerhana Sebagian mulai (U1), dan gerhana total mulai (U2).

Kemudian berlanjut pada fase puncak gerhana, gerhana total berakhir (U3),
gerhana sebagian berakhir (U4), dan gerhana berakhir (P4). Fase gerhana bulan total dipekirakan terjadi pada 18.43 WIB

BMKG mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia bisa mengamati gerhana bulan total. Namun, waktu pengamatan di setiap wilayah berbeda yang dipengaruhi perbedaan letak wilayah.

Daerah yang tepat terlewati oleh garis P1, U1, U2, dan U3 bisa mengamati gerhana bulan total yang terbit bersamaan dengan fase-fase gerhana tersebut.

Wilayah yang terlewati garis P1 dan U1 adalah Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, NTT, Sulawesi Utara, sebagian Gorontalo, Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah. Sebagian kecil Sulawesi Selatan bagian tenggara akan mendapati gerhana bulan yang sudah dalam fase gerhana penumbra ketika bulan terbit.

Kemudian wilayah yang terlewati garis U1 dan U2 seperti Sulawesi Selatan Bali, Kalimantan Utara, Kalimanatan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan lain-lain akan mendapati bulan sudah dalam fase gerhana ketika bulan terbit.

Supermoon

Ketika bulan purnama dan perigee dekat, itu disebut supermoon—meskipun definisi tidak konsisten karena ini bukan istilah astronomi. Biasanya jarak bulan adalah 240 ribu mil (384.500 km) dari Bumi, tapi orbitnya tidak melingkar sempurna. Jadi jaraknya sedikit berbeda.

Saat mencapai perigee pada Rabu nanti, bulan akan berada 222.022 mil (357.311 km) dari Bumi. Bulan memang tampak sedikit lebih besar jika lebih dekat, tapi perbedaannya kecil saja, dan dibutuhkan pengamat langit yang sangat jeli untuk memperhatikan perbedaannya itu.

Di Asia, lokasi paling barat untuk melihat gerhana berada di India, Sri Lanka, Cina barat, dan Mongolia, tapi hanya fase penumbra yang akan terlihat. Saat seseorang bergerak ke timur, lebih banyak gerhana yang terlihat.

Di Bangkok, misalnya, bulan—yang akan berada jauh di dalam bayangan bumi, tampak kemerahan—terbit pada pukul 18.38 waktu setempat dan gerhana maksimum lokal terjadi tiga menit kemudian. Bulan muncul dari umbra pada pukul 19.52 waktu setempat, dan gerhana penumbra berakhir pada pukul 20.49 waktu setempat.

Dari Tokyo, seluruh fase umbra gerhana dapat dilihat tepat setelah bulan terbit pada pukul 18.37 waktu setempat. Bulan akan berada dalam fase gerhana total, benar-benar merah pada pukul 20.11 dan gerhana terbesar pada pukul 20.18 waktu setempat. Fase total berakhir pada 20.25 dan bulan akan meninggalkan umbra pada 21.52; gerhana berakhir pada 10.49 waktu Tokyo.

Dua pertiga bagian timur Australia akan menyaksikan seluruh proses gerhana bulan total ini. Bagi pengamat di Amerika Serikat, satu-satunya tempat di mana seluruh gerhana terlihat adalah di Hawaii atau Alaska. (tmp/kps/fabe)