News

Gencar Menolak Pembangunan PLTA Batang Toru, Walhi Diminta Transparan

FaseBerita.ID – Walhi menuntut transparansi pelaksanaan pembangunan proyek PLTA Batang Toru di Tapanuli Selatan.

Namun sebaliknya, Walhi juga harus transparan soal tujuan dan siapa penyandang dana kampanye penolakan terhadap pembangkit listrik yang jadi bagian dari proyek strategis nasional itu.

Desakan transparansi ini datang dari Ketua Paguyuban masyarakat di sekitar proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Abdulgani Batubara. Walhi dinilai perlu membuka sumber dananya agar semuanya juga terlihat jelas, tak perlu ditutup-tutupi.

“Walhi menolak proyek energi hijau tersebut justru menimbulkan pertanyaan balik,” kata Abdulgani saat dihubungi wartawan, Kamis (25/4).

PLTA Batang Toru yang memiliki kapasitas 510 MW akan dibangun di luar kawasan hutan dan menempati lahan seluas 0,07 persen dari total ekosistem Batangtoru.

Meski demikian, Walhi menuding proyek yang akan memberi penghematan kepada devisa negara hingga Rp5,6 triliun per tahun dari peralihan penggunaan bahan bakar minyak itu mengancam eksistensi orangutan yang ada di ekosistem Batangtoru.

“Proyek ini untuk kepentingan masyarakat, tapi mengapa Walhi menolak, tentu perlu dipertanyakan alasannya,” kata Abdulgani Batubara.

1 2 3Laman berikutnya