News

Gempar, Seorang Gadis Warga Sibolga Dicabuli di Kuburan

FaseBerita.ID – Warga Kelurahan Pancuran Gerobak, Sibolga Kota, digemparkan dengan isu seorang gadis dicabuli beberapa pria di kawasan pekuburan Santeong, Jumat (13/3) lalu. Korban, yang diketahui merupakan warga Sibuluan, Tapteng, sempat pingsan akibat pelecehan seksual yang dialaminya.

Dari informasi yang diperoleh, beberapa di antara pelaku masih di bawah umur. Sedangkan sebagian lagi, sudah dewasa, bahkan ada yang sudah berkeluarga.

Sekilas diceritakan salah seorang warga sekitar, kejadian bermula saat korban, sebut saja Cempaka, datang ke daerah sekitar kuburan, hendak mencari pacarnya. Beberapa warga sekitar kemudian menyuruh Cempaka pulang, karena pria yang dicarinya sedang tidak berada di sekitar lokasi kejadian.

“Kabarnya kejadiannya Jumat lalu. Datang dia (korban), mau mencari pacarnya. Padahal katanya, sudah disuruh dia pulang, gak ada pacarmu di sini, pulanglah kau. Tapi, gak mau dia,” kata sumber yang tak mau namanya disebutkan ini.

Sesaat kemudian, beberapa pemuda menghampiri Cempaka dan langsung mencabuli, bahkan menggilirnya di salah satu kuburan. “Kabarnya banyak pelaku yang mengerjainya di kuburan itu,” ungkapnya.

Bahkan, warga mengaku beberapa orang yang diduga terlibat dan mengetahui kejadian pelecehan seksual tersebut sudah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. “Sudah ada yang dijemput polisi, sudah diperiksa. Ada pelakunya juga, ada juga yang hanya menjadi saksi,” sebutnya.

Informasi seputar kronologis kejadian masih simpang siur. Begitu juga dengan jumlah pelaku, belum pasti. Namun, sebagian warga lainnya menyebut, korban berstatus siswi yang putus sekolah dan selama ini sering bermain di sekitar pekuburan tersebut bersama pacarnya, yang merupakan warga sekitar. “Sudah putus sekolah kabarnya cewek ini (korban). Sering datang menjumpai pacarnya,” pungkasnya.

Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu Ramadhansyah Sormin yang dikonfirmasi terkait isu tersebut membenarkan adanya kasus pelecehan seksual yang terjadi di Santeong. Untuk informasi akurat, dirinya mengaku, belum dapat memberikan. Karena kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan.

“Benar ada. Tapi, kita belum punya baket (bahan keterangan),” kata Sormin menjawab pertanyaan wartawan via telepon selular. (ts)

USI