News

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Nias

FaseBerita.ID – Gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang Pantai Barat Sumatera, Minggu (7/6) sekira pukul 06.50 WIB. Getarannya terasa hingga Lahewa, Nias Utara dan Gunungsitoli.

Informasi dari BMKG menyebutkan gempa tersebut berpusat di koordinat 1,57 LU dan 96,97 BT atau sekitar 46 kilometer dari Kota Lotu, Kabupaten Nias Utara, pada kedalaman 29 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Menurut BMKG, gempa tersebut merupakan gempa jenis dangkal sebagai akibat adanya aktivitas subduksi. Menurut hasil analsisi mekansisme sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik. Hingga kini belum ada laporan tentang kerusakan ataupun korban manusia akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

BNPB: Warga Sempat Panik

Warga Nias Utara merasakan guncangan cukup kuat saat gempa terjadi. Mereka merasakan guncangan selama 5 detik hingga membuat panik. Warga segera keluar rumah ketika gempa terjadi.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias masih melakukan pemantauan di lapangan, ” ujar Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan resminya. “BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpicu oleh informasi palsu pascagempa. Informasi resmi dapat diperoleh pada laman BMKG maupun institusi pemerintah, seperti BPBD dan BNPB,” tuturnya.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan parameter gempa terjadi berada pada 38 km barat laut Nias Utara, Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

BMKG memonitor intensitas Gempa yang diukur dengan MMI (Modified Mercalli Intensity), pada Lahewa Nias Utara III MMI dan Gunung Sitoli II MMI.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas subduksi.

BMKG merilis pada Minggu (7/6) bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

“Gempa ini pusatnya tepat di bidang kontak antar lempeng di zona megathrust segmen Nias-Simeulue,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui pesan digital. (kc/bac/int)