News

Gembong Narkoba Irman Pasaribu Alias Man Batak Pernah Jadi Penarik Betor

LABUHANBATU, FaseBerita.ID – Siapa sangka, gembong narkoba di Labuhanbatu Irman Pasaribu alias Man Batak sebelum menjadi miliarder, dahulunya adalah penarik becak bermotor (Betor).

Hal itu terkuak saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Labuhanbatu menyampaikan dakwaan di sidang perdana kasus narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Man Batak, Kamis (7/10) lalu di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat.

Dalam dakwaan tersebut, riwayat identitas dan profesi Man Batak dibeberkan yakni salah satunya adalah sebagi penarik Betor.
Warga di lingkungan kediaman Man Batak yaitu di wilayah Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu juga menyadari itu.

Banyak warga mengenal Man Batak, ia adalah seorang penarik betor sebelum menjadi seorang miliarder seperti saat ini.
“Ya saya tau Irman Pasaribu, dan memang kami kenal dia dulu penarik becak,” kata warga setempat, Selasa (12/10).

Irman Pasaribu merupakan gembong narkoba yang ditaklukan oleh Ditres Narkoba Polda Sumut dan sempat menjadi buronan setelah berhasil kabur dari penjagaan polisi.

Ditres Narkoba Polda Sumut berhasil menangkap Man Batak di Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu (9/1/2021) siang dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 5 kilogram.
Tersangka ditangkap bersama dua orang lainnya yakni KH dan LY di dalam mobil dengan barang bukti lima bungkus plastik berisikan sabu. Irman kabur, Minggu (10/1/2021) dini hari, ketika polisi melakukan pengembangan.

Irman adalah salah satu gembong yang mengendalikan peredaran narkoba di Kabupaten Labuhanbatu selama satu dekade. Pekerjaan itu dia lakoni usai menjadi pekerja migran di Malaysia.
Ia memiliki pangsa pasar besar narkoba yang luas melalui jaringannya. Bahkan saking besarnya, penghasilan mampu mengumpulkan kekayaan dengan nilai yang fantastis. (zas/fabe)