News

Gelapkan Kreta, Pria Warga Tapteng Ditangkap Polisi

FaseBerita.ID – Sempat melarikan diri selama sebulan, pelaku penggelapan sepeda motor milik Chairul Azmi Suhaeri Tanjung (38) akhirnya ditangkap, Minggu (26/4) sekira pukul 16.00 WIB.

Pria berinisial SS (37) warga Jalan Padangsidimpuan Tano Ponggok, Kabupaten Tapanuli Tengah, tersebut ditangkap dari rumah kontrakannya di Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli Tapteng.

Menurut keterangan Chairul kepada polisi, dia pernah menitipkan sepedamotornya kepada SS untuk dijual, Kamis (12/3). Namun SS malah menggelapkan sepedamotornya tersebut.

“Sepedamotor (kreta) jenis Yamaha Vixion warna Hitam, rencananya mau dijual. Namun setelah kreta miliknya dibawa, SS tidak juga memberi kabar, apakah telah laku atau belum. SS juga pernah meminta agar kretanya dikembalikan, namun tidak juga dikembalikan,” kata Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin menjelaskan keterangan korban kepada penyidik, Kamis (30/4).

Setelah menerima laporan, Kapolsek Sibolga Sambas Iptu Royamber Panjaitan kemudian memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan atas keberadaan SS.

Diperoleh informasi, SS sudah tidak berada di Sibolga. “Minggu (26/4) diketahui bahwa SS sudah berada di wilayah Tapteng. Sekira pukul 16.00 WIB, SS diamankan dari Desa Mela II,” ungkapnya.

Sementara, dari hasil pemeriksaan terhadap SS, diketahui kalau sepedamotor tersebut telah dia jual ke daerah Kabupaten Madina.

“Setelah tiba di Madina, SS menawarkan kreta tersebut, namun tidak ada yang membelinya. Kemudian, SS menawarkannya pada teman lamanya, namun tidak mau membeli karena tidak memiliki uang. Temannya lalu meminjam HP miliknya dan menghubungi seseorang. Setelah bertemu dengan orang tersebut, SS menawarkannya seharga Rp6 juta. Namun orang tersebut menawar Rp5.500.000. Kemudian disepakati harga Rp5.700.000,” terangnya.

Setelah uang diterima, SS tidak kembali ke Sibolga. Sementara, uang hasil penjualan sepedamotor digunakannya untuk membuka usaha tambang emas di Madina. Karena tidak membuahkan hasil, SS pun berangkat ke Tarutung. Selanjutnya, berangkat lagi ke Balige.

“Pada Jumat (24/4), SS kembali ke Sibolga dan tinggal mengontrak di Desa Mela II. Minggu, (26/4) dia diamankan oleh petugas,” ungkap Sormin.

Dari hasil pemeriksaan, SS akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polsek Sibolga Sambas. Karena telah melakukan tindak pidana Penggelapan atau Penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 atau 378 KUHPidana, tersangka diancaman hukuman 4 tahun. (ts)