News

Gelap Gulita, Warga Bukit Kijang Belum Merdeka

ASAHAN, FaseBerita.ID – Ratusan Kepala Keluarga di Bukit Kijang, Desa Gunung Melayu Dusun III, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan terus berjuang untuk merdeka dari gelap gulita karena belum dialiri listrik PLN.

Kepala Desa Gunung Melayu Syaiful Amri mengatakan, beragam upaya sudah dilakukan warga termasuk aparat pemerintahan desa setempat agar jaringan listirk bisa mengaliri rumah-rumah warga di Bukit Kijang. Namun tak pernah membuahkan hasil.

Untuk penerangan, warga harus siapkan genset pribadi yang sudah pasti biaya operasionalnya lebih mahal.

“Terakhir, kampung ini dapat bantuan genset dengan kapasitas yang lumayan. Itupun bantuan dari program PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) di tahun 2010. Setiap hari habiskan 25 liter solar menggunakan uang dari sumbangan warga,” kata Kepala Desa Gunung Melayu, Syaiful Amri kepada wartawan, Rabu (7/8/2019).

Dua tahun lamanya warga memanfaatkan genset bantuan  tersebut yang hidup menjelang magrib hingga pukul 22.00 WIB itu hingga akhirnya rusak dan tak pernah bisa diperbaiki lagi hingga tahun 2012. Setelah itu warga hidup tanpa listrik dan mengandalkan mesin genset sendiri.

“Sebelum saya menjabat sebagai kades, pemerintah desa dan masyarakat sudah pernah juga mengajukan ke pihak PLN, pemerintah (Pemkab Asahan) dan DPRD. Sampai saya menjabat sebagai kades selama 2,5 tahun terakhir. Kami selalu mengawal dan memfasilitasi pertemuan mulai dari kecamatan hingga kabupaten,” tambah Syaiful.

Selama ini masyarakat bergantung dengan mesin genset, rata-rata dioperasikan empat jam setiap harinya warga menghabiskan lebih dari Rp 400 ribu untuk membeli solar ke mesin genset.

Informasi diperoleh, adapun kendala Pemkab Asahan selama ini sulit untuk mengatasi persoalan di Kampung Bukit Kijang karena keterbatasan kemampuan keuangan APBD Pemkab Asahan yang harus mengganti rugi tanaman di area HGU Perkebunan dengan dana kompensasi Rp 600 juta lebih.

Upaya itu sudah diperjuangkan Pemkab Asahan melalui surat bernomor: 050/2746 Perihal: Dukungan Pembangunan Jaringan Listrik PLN di Kabupaten Asahan, tertanggal 31 Juli 2019.  Kompensasi tersebut dinilai pihak PT PP Lonsum Indonesia Tbk setimpal dengan harga Pohon Sawit yang akan dirubuhkan/ditumbang guna pembangunan jaringan listrik ke Dusun III Bukit Kijang Desa Gunung Melayu Kecamatan Rahuning.

Kadis Kominfo Pemkab Asahan Rahmad Hidayat Siregar yang dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan kondisi sekarang saat ini. Bukannya Pemkab Asahan enggan membantu masyarakat di sana namun kompensasi yang ditawarkan pihak perkebunan dianggap terlalu besar jika untuk dibebankan pada APBD. Dia pun menganjurkan agar pihak perkebunan bisa memanfaatkan dana CSR jikalau memang memiliki keinginn yang kuat untuk membantu warga di sana.

Terkait hal tersebut, Ketua DPD KNPI Asahan Anda Rambe SH  melihat persoalan ini sebenarnya gampang diatasi dan dicarikan jalan keluarnya kalau memang prinsipnya saling menolong warga di Bukit Kijang.

“Ini kan untuk kepentingan masyarakat. Jangan saling ego. Pihak Lonsum seharusnya jangan memberi harga setinggi itu. Pihak Pemkab Asahan juga seharusnya melakukan pendekatan lagi, jangan cuma beralasan gak ada dana dan harapkan CSR,” ungkap Anda Rambe. (per/rah)