News

Geger!! Pencari Umbi di Tapteng Ditemukan Tewas

FaseBerita.ID – Warga Dusun I, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, geger. Seorang pria pencari umbi aturbung atau porang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (14/4) sore lalu.

Danpos Polsubsektor Sitahuis Bripka Rindu Hutabarat saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan adanya penemuan seorang warga yang meninggal dunia tersebut. Menurut Rindu, korban bernama Jepri Halomoan Silitonga (38) warga Dusun I, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis. “Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa,” terang Rindu.

Lanjutnya, guna mengetahui penyebab kematian korban, jenazah langsung dievakuasi ke Puskesmas terdekat. Dan sebagai langkah awal, telah dilakukan oleh Tempat Kejadian Pekara (TKP). Hasilnya, sejauh ini belum ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Sebelumnya korban pertama kali ditemukan oleh Tunas Hutagalung (35) warga Desa Mardame sekira pukul 16.30 WIB. “Saya melihat korban sudah tergeletak di jalan menuju ladang warga,” ujar Tunas Hutagalung di hadapan petugas.

Melihat keadaan korban yang sudah tidak bernyawa, Tunas pun langsung berlari mancari pertolongan warga sekitar. “Saya langsung memberitahukan kejadian kepada warga sekitar dan diteruskan dengan melapor kepada pihak yang berwajib,” ucapnya.

S Hutagalung, warga Kecamatan Sitahuis, mengaku sempat melihat korban sebelum meninggal dunia.

Menurutnya, saat dilihatnya, korban masih dalam keadaan sehat. “Sempat lagi dia saya lihat minum kopi dan makan roti di salah satu warung. Setelah selesai minum kopi, dia (korban, red) berangkat bekerja mencari umbi aturbung atau porang. Tiba-tiba saya dengar kabat sudah meninggal dunia” ujara S Hutagalung kepada wartawan koran ini.

Dia mengakui bahwa korban memang memiliki riwayat sakit di bagian perut. “Memang selama ini sudah mengidap penyakit di bagian perut. Mungkin dia kecapekan usai mencari umbi aturbung atau porang di dalam hutan,” pungkasnya.

S Hutagalung menjelaskan, porang merupakan tumbuhan sejenis umbi-umbian yang kegunaannya sebagai bahan pembuatan kosmetik. Harga yang begitu menjanjikan membuat masyarakat tergiur untuk mencarinya, sebagai tambahan pemasukan guna menopang kehidupan sehari-hari.

Pekebun Ditemukan Meninggal

Beberapa jam sebelumnya, Kamin (67) warga Lingkungan IX Kelurahan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Tapanuli Tengah, juga ditemukan meninggal dunia di ladangnya, tepat di samping parkiran Bandara FL Tobing Pinangsori, Selasa (14/4) sekira pukul 09.45 WIB. Diduga Kamin meninggal akibat penyakit sesak nafasnya kambuh.

Dari keterangan keluarga korban, Kamin yang tinggal di Jalan Bandara ini, kesehariannya berkebun di lokasi Bandara FL Tobing, tepatnya di samping areal perparkiran. Sebelum ditemukan meninggal, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB, sebagaimana kebiasaannya setiap hari.

“Berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB,” ujar putri korban, Riski Astria (23).

Riski menyebutkan jika orangtuanya ini memiliki riwayat penyakit sesak nafas dan darah tinggi. Sekira empat hari lalu korban sempat berobat ke salah satu dokter yang berpraktik di Jalan Pagar Batu, Kelurahan Pinangbaru. “Sempat berobat ke dokter Saragih,” imbuhnya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksakan petugas Puskesmas Pinangsori, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat penyakit yang dideritanya. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban diperkirakan meninggal akibat penyakit yang dideritanya,” terang dr Dedi C Tambunan.

Terpisah, Kapolsek Pinangsori Iptu Kando Hutagalung, membenarkan peristiwa penemuan jasad pria yang berprofesi sebagai pekebun tersebut. Kando menerangkan jika pihaknya telah mengamankan lokasi kejadian dan membawa jasad korban ke Puskesmas Pinangsori untuk keperluan visum.

“Petugas sudah mengamakan TKP dan membawa jasad korban ke Puskesmas Pinangsori untuk keperluan visum,” terang Kando.

Pantauan awak media, sekitar pukul 10.25 WIB, jasad korban diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Usai serah terima, pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak membutuhkan otopsi yang diserahkan kepada pihak kepolisian. (tam/ztm)