News

Gas Beracun di Madina: Warga Menduga Keteledoran Pekerja

FaseBerita.ID – Saat ini, tidak ada aktivitas operasional di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sibanggor PT SMGP, itu pasca tragedi gas beracun Senin (25/1) kemarin yang menyebabkan lima nyawa manusia melayang.

“Kami merindukan suasana seperti ini, tenang tidak ada suara bising yang sahut bersahut seperti suara mesin pesawat,” cerita P, seorang warga yang membuka warung di sebelah balai desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

Di depan warung miliknya, merupakan jalan setapak akses petani ke persawahan yang menjadi tempat meninggalnya lima warga setempat. Kemarin saat peristiwa itu, warga berlarian dari sini. Aroma busuk bahkan menyengat sampai di posisinya, wilayah permukiman.

Baca juga:

Manajemen PT SMGP Prihatin dan Menyesal

P beberapa waktu lalu juga bekerja di perusahaan multinasional itu. Namun setelah kepemilikan beralih, ia keluar karena katanya gajinya menurun sampai 60 persen dari gaji awalnya.

 

“Setelah orang asing yang menguasai. Pekerja asing ini juga sangat teledor, gak serapi dulu. Ini pun yang di Wellpad kemarin, mereka itu. Tapi semarah-marahnya warga, ada 20 orang mereka ini masih dilindungi dari amukan, malah diantar sampai ke Mess biar aman,” cerita pria yang tak ingin namanya dicantumkan.

Warga lain mengatakan, posisi ketentraman Sibanggor Julu sesungguhnya sudah terpecah-pecah oleh kepentingan perusahaan panas bumi ini. Sebab kompensasi dan yang berkaitan dengan uang, tidak semua warga yang mendapat.

Dan katanya, jalur pipa pembuangan sebelumnya juga sudah pernah ditentang setelah terjadi kebocoran. Namun untuk kejadian ini, bukanlah kebocoran, mereka menduga malah kecerobohan.

Perihal ini, Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi mengatakan, tim ahli dari Labfor Polda Sumut beserta bagian scientifik Brimob sudah bergerak melakukan penyelidikan. Karena itu, aktifitas produksi listrik tidak boleh ada kegiatan.

Untuk pekerja yang dibagian Wellpad itu, polisi mengatakan masih melakukan pendataan. Namun semetara ini, kata Horas Tua, imbauan sudah disampaikan kepada warga untuk menjaga lokasi beserta ketertiban, agar tim bisa mengusutnya secara tuntas.

“Kita berjaga juga, di titik-titik rawan jangan sampai ada masuk provokator. Dan beberapa lokasi sudah dipasangi garis polisi,” kata AKBP Horas Tua, Selasa (26/1) pasca prosesi pemakaman para korban. (san/fabe)