News

Galian C Diduga Ilegal Beroperasi di Pinggir Sungai Barnung

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – Galian C diduga ilegal bebas beroperasi tepat di bibir Sungai Barnung, Dusun Barnung, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu. Pasalnya, pemerintahan setempat sama sekali tidak mengetahui adanya aktivitas galian C tersebut.

“Saya tidak mengetahui ada galian C di pinggir Sungai Barnung. Itukan bisa merusak ekosistem. Soal izin, saya tidak tahu. Tidak ada pemberitahuan kepada saya,” ujar Camat Bilah Barat, Nunggang Siregar saat dikonfirmasi melalui seluler, Sabtu (18/5) sekira pukul 16.30 WIB.

Tak berselang beberapa lama, Nunggang kembali menghubungi wartawan. Dia mengatakan, telah berkoordinasi dengan kepala dusun disana.

“Atas hal ini, saya sudah koordinasi dengan kepala dusun disana. Kata Kepala Dusun Irfan, itu galian C untuk keperluan masyarakat,” sebutnya.

Pantauan wartawan di lapangan, satu unit beko berwarna orange sedang beroperasi mengisi tanah bercampur bebatuan ke dalam truk intercooler silih berganti.

Mirisnya, galian C tersebut beroperasi tepat di bibir Sungai Barnung yang jernih. Truk yang masuk harus menyebrang sungai, sehingga membuat sungai menjadi keruh.

Salah seorang mandor lapangan yang ditemui wartawan tak jauh dari lokasi mengatakan, galian C ini merupakan pekerjaan Irfan yang juga Kepala Dusun Barnung.

“Ini pekerjaan Irfan. Materialnya akan diantar ke proyek jalur kereta api Rantauprapat-Kota Pinang (RPK),” katanya.
Terpisah, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang saat dihubungi mengatakan, pihaknya akan segera menurunkan petugas untuk mengecek lokasi.

“Terima kasih infonya, saya akan segera menurunkan anggota untuk mengecek keberadaan galian C tersebut,” ujarnya.

Saat ditanya, apakah kalau terbukti tidak memiliki izin atau menyalahi aturan, akan langsung mengamankan beko beserta pemiliknya, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang pun menutup teleponnya. (bud/ahu)