News

FPI Bantah Miliki Senpi, Polisi: Jangan Keluarkan Berita Bohong, Bisa Dipidana Nanti!!

FaseBerita.ID – Polda Metro Jaya mengingatkan kepada pihak Front Pembela Islam (FPI) agar tidak membuat pernyataan bohong terkait senjata api yang diduga dimiliki oleh simpatisan FPI yang terlibat bentrok dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek. Polisi menyebut ada ancaman pidana bagi pelaku penyebar berita bohong.

“Jangan mengeluarkan berita-berita bohong itu bisa dipidana nanti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/12).

Yusri mengklaim penyidik memiliki bukti jika senjata tersebut milik simpatisan Habib Rizieq Shihab. Bukti tersebut nantinya akan dipublikasi setelah dinyatakan lengkap seluruhnya.

“Nanti akan kita jelaskan lagi ini sedang dikumpulkan investigasi, nanti akan disampaikan kalau sudah lengkap semuanya,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman membantah bahwa barang bukti berupa senjata api (senpi) hingga senjata tajam (sajam) yang diamankan kepolisian usai bentrokan di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB adalah milik laskar khusus pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Munarman menyebut, barang bukti yang diperlihatkan oleh aparat kepolisian bukan milik laskar. Menurutnya, itu adalah fitnah.

“Bahwa fitnah besar (jika dikatakan) kami membawa senjata api,” kata Munarman di Petamburan, Jakarta, Senin (7/12).

Seperti diketahui, dalam peristiwa tersebut polisi menembak mati enam orang yang diduga merupakan laskar khusus simpatisan Rizieq Shihab. Penindakan tegas itu dilakukan lantaran adanya penyerangan terhadap anggota Polri di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memastikan dari peristiwa itu tidak ada anggota Polri yang terluka. Sementara empat orang pengikut Rizieq lain yang kabur masih dalam pengejaran.

Barang bukti yang diamankan berupa dua senjata api, peluru, sebilah katana, celurit, dan beberapa senjata tajam lainnya. Polisi masih mendalami kepemilikan senjata api yang digunakan simpatisan Rizieq Shihab.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Shabri Lubis mengatakan ada peristiwa penghadangan dan penembakan terhadap rombongan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) dan keluarga. Dia mengaku, peristiwa itu terjadi di dekat pintu Tol Karawang Timur.

“Benar ada peristiwa penghadangan, penembakan terhadap rombongan Habib Rizieq dan keluarga serta penculikan terhadap enam orang laskar pengawal Habib Rizieq. Peristiwa terjadi di dekat pintu Tol Kerawang Timur,” ujar Shabri. (jawapos/fabe)

USI