News

Forum Mahasiswa Peduli NKRI Gelar Aksi Tuntut Pelaksanaan Pemilu Dievaluasi

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Ratusan massa mengatasnamakan Forum Mahasiswa Peduli NKRI melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota dan KPU Kota Padangsidimpuan, Jumat (24/5/2019) sore kemarin.

Mereka menuntut agar pelaksanaan pemilu 2019 serentak dievaluasi dan mendesak pemerintah untuk segera mencabut pembatasan akses media sosial.

Koordinator aksi Alan Sayid Abdillah lewat orasinya menyampaikan, pesta demokrasi Pemilu 2019 sudah selesai dilaksanakan dan bertepatan dengan momentum hari kebangkitan Nasional. Usainya pesta demokrasi ini, banyak terjadi kejanggalan yang terjadi.

“Sebagai mahasiswa kita merasa punya kewajiban dan tanggung jawab moral, untuk mengawal seluruh kebijakan dan ketidakadilan dalam proses berjalannya demokrasi di negara ini,” ungkapnya di Kantor Walikota Padangsidimpuan.

Dengan pengawalan dari pihak kepolisian dan petugas Satpol PP setempat, Alan bersama sekitar 200 massa yang bergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli NKRI dan berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tapanuli Selatan- Padangsidimpuan, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), SEMA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan DEMA IAIN Padangsidimpuan menyatakan sikap atas kondisi bangsa yang terjadi saat ini.

Mereka meminta, kepada pemerintah dan KPU untuk mengevaluasi sistem pelaksanaan pemilu serentak 2019. Mengimbau kepada seluruh masyarakat dan elit politik untuk menahan diri dan tidak terprovokasi dengan situasi politik.

“Dan kami mendesak pemerintah untuk segera mencabut pembatasan akses media sosial,” tukas Alan mewakili ratusan massa lainnya yang mengeluhkan terbatasnya akses menggunakan Facebook, Instagram dan aplikasi media sosial lainnya.

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution yang merespon dan menemui mahasiswa mengatakan, ia mendukung dan setuju atas aspirasi yang disampaikan massa pengunjuk rasa. Ia berjanji akan meneruskan dan menyampaikannya kepada pemerintah (pusat) dan KPU.

“Apa yang menjadi aspirasi dari adik-adik saya sangat setuju. Dan apa yang menjadi tujuan dari aksi ini, mari sama-sama kita sampaikan kepada pemerintah dan KPU untuk mengevaluasi Pemilu 2019 yang sudah dilakukan,” jelasnya.

Dan soal kekondusifan di Kota Padangsidempuan, khususnya selama bulan ramadhan, pihaknya rutin melakukan razia dan penertiban bersama petugas Satpol PP dan aparat keamanan setempat. “Marilah kita selalu bekerjasama dalam membangun dan menciptakan keamanan, demi kelancaran pembangunan di Kota Padangsidimpuan ini,” imbaunya.

Tidak hanya di Kantor Walikota, massa kembali melanjutkan aksinya di Kantor KPU Kota Padangsidimpuan. Serupa dengan tuntutan sebelumnya, massa meminta kepada KPU untuk mengevaluasi pelaksanaan pemilu serentak 2019 dan menuntut dilakukan investigasi terkait meninggalnya lebih dari 600 petugas pemilu.

“Untuk di Kota Padangsidimpuan tidak ada petugas pemilu yang meninggal, hanya saja ada satu orang yang sakit. Dan itu juga sudah kami sampaikan kepada KPU Provinsi dan KPU RI. Dan kami bersama seluruh Forkompinda yang ada, juga turut berbelasungkawa merasa prihatin dan mendoakan mereka.” Tegas Ketua KPU Tagor Dumora Lubis. (yza)