News

Forhati akan Gelar Diskusi Publik Jelang Pilkada Simalungun

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-Wati (Forhati) Kabupaten Simalungun akan menggelar Diskusi Publik bertajuk “Menakar Potensi Umat Islam dalam Menyongsong Pilkada Simalungun 2020”. Diskusi tersebut digelar di Internasional Restoran dan Convention Hall Siantar Hotel, Sabtu (7/9/2019) besok.

Ketua Forhati Kabupaten Simalungun Deni Sartika, Rabu (4/9/2019) menjelaskan, selama ini secara umum umat Islam masih menganggap urusan politik bukan utama. Kebanyakan tidak tertarik, bahkan nyaris tidak mau tahu dan alergi ketika berbicara Pilkada. Banyak yang hanya ikut-ikutan tanpa arah yang jelas.

Menurut Deni, semakin banyak bermunculan calon-calon kepala daerah, maka semakin mudah bagi partai politik (parpol) mendudukkan siapa saja yang memiliki peluang besar untuk menang. Meski ada jalur lain, seperti dari jalur perseorangan atau independen.

“Ini tantangan bagi politisi, khususnya umat Islam untuk turun ke gelanggang politik menjelang pilkada. Memang dibutuhkan sumber daya yang tidak sedikit melakukan kerja politik. Apalagi bila ingin menjadi kepala daerah,” ujar Deni.

Deni beranggapan, ada hambatan bagi umat Islam yang bukan berasal dari latar belakang elit partai, pengusaha, dan lain-lain. Selain sumber daya tersebut, ada juga masalah uji publik yang nantinya diuji parpol.

Berangkat dari permasalahan itu, papar Deni, Forhati Simalungun terpanggil untuk membuat diskusi publik, memberikan pemahaman, supaya konsen berbicara pemimpin dan kepemimpinan dalam memberikan solusi agar terjadi keseimbangan, meminimalisir diskriminasi dan ketimpangan sosial menjelang Pilkada Simalungun.

Diskusi publik akan menghadirkan panelis atau pembicara seperti TGB Syeikh DR H Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk MA, Prof DR KH Saidurrahman MAg, DR Shohibul Anshor Siregar, H Abdul Halim Lubis LC SHI MM, dan dimoderatori Rasydin Harahap.

“Kita sudah konfirmasi para panelis dan berkenan hadir,” kata Deni.

Deni menambahkan tujuan diskusi publik adalah, menumbuhkan jiwa kritis dan kepedulian umat Islam dalam menghadapi dinamika perpolitikan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Simalungun.

“Menambah pengetahuan dalam khasanah ilmu politik, memberikan gambaran kepada umat tentang proses perjalanan Pilkada Serentak di Simalungun, dan menumbuhkan rasa solidaritas,” jelasnya. (rel)