News

Fatin, Bocah 9 Tahun Selamatkan Nyawa Ibunya

FaseBerita.ID – Usianya masih 9 tahun. Namun Yulia Rahmatin alias Fatin sudah menyelamatkan nyawa ibunya. Didasari kasih sayang yang tulus, bocah bocah perempuan itu berjuang sendirian mengantarkan ibunya ke rumah sakit.

Gadis kecil yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD) itu mengantarkan ibunya seorang diri dengan menumpangi becak motor. Mereka menempuh jarak puluhan kilometer dari rumah kontrakan sederhana di Gang Masjid, Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran.

Kisah Fatin ini diketahui Wahyu Adi, seorang PNS yang bekerja di RSUD HAMS Kisaran sebagai Radiografer. Ia kemudian menuliskan kisah Fatin dalam akun Facebook (FB)-nya.

“Ceritanya, malam itu sekitar jam 11 saya ditelepon sama orang IGD rumah sakit. Katanya ada pasien mau foto (rontgent). Saat itu juga saya langsung ke rumah sakit dan menunggu di ruangan. Satu jam ditunggu, pasien gak datang juga. Lalu saya telepon orang IGD, menanyakan mana pasiennya. Orang IGD bilang sebentar lagi, ada masalah sikit,” terang Wahyu Adi, Minggu (7/2).

Menjelang tengah malam, lanjutnya, seorang bocah perempuan datang membawa tas ransel kecil, bantal, dan botol minuman. Ia bersama wanita berusia 47 tahun yang duduk di atas kursi roda dan masuk ke ruangannya ditemani staf IGD. Pasien yang akan ditanganinya itu, bernama Juliana br Napitupulu.

“Lho, ini kenapa anak-anak bisa di sini?” tanya Wahyu kepada staf IGD yang mengantarkan pasien.

Setahu Wahyu, sejak pandemi Covid-19, pihak RSUD HAMS memperketat aturan anak-anak tidak diizinkan masuk ke area rumah sakit, kecuali ia menjadi pasien.

“Inilah masalahnya. Ibu ini nggak punya keluarga lain yang bisa ke mari selain anaknya ini. Anaknya inilah yang mengantarkan mamaknya naik becak. Cuma berdua orang ini. BPJS-nya pun mati,” kisah Wahyu mengulang penjelasan yang disampaikan staf IGD di malam itu.

Wahyu pun ingat kepada anak perempuannya di rumah yang seusia bocah perempuan yang kemudian diketahui bernama Fatin. Saat itu, kondisi Juliana yang kesakitan sehingga membuat Wahyu tak sampai hati bertanya. Hingga akhirnya ia menggali cerita dari sang anak yang dilihatnya kerepotan menenteng barang bawaan perlengkapan ibunya.

“Bayangkan tengah malam, anak perempuan 9 tahun memanggil becak untuk ngantar mamaknya sendirian ke rumah sakit. Sementara kalau dari sana berangkat ke sini itu makan waktu sekitar satu jam. Tanpa uang, tanpa perlengkapan apa-apa, anak ini cuma bawa beberapa baju sama bantal kecil,” kenang Wahyu.

Juliana, menderita pembengkakan jantung. Ia masuk dan dirawat terhitung sejak Senin (1/2) hingga Kamis (4/2). Belakangan diketahui sudah tiga bulan lalu ia bercerai dari suaminya. Kondisi Juliana yang sakit-sakitan membuat dia tak mampu bekerja. Sementara kebutuhan hidup harian, ia mengandalkan kiriman uang bulanan dari anak lelakinya yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Belawan.

Kisah Fatin yang merawat ibunya seorang diri langsung tersebar ke sebagian besar pegawai dan staf rumah sakit. Wahyu sendiri, meminta bantuan isterinya, Heny yang kebetulan bertugas sebagai kepala ruangan di RSUD HAMS.

“Jadi malam itu juga langsung saya berikan karpet untuk alas dia tidur di ruangan. Kemudian dipesankan ke isteri saya supaya memperhatikan anak ini, supaya dia tak stres melihat mamaknya dirawat karena dia sendirian,” kata Wahyu.

Cerita Fatin menjadi viral di kalangan perawat. Seketika, gadis periang itu banyak mendapatkan kiriman makanan hingga pakaian agar ia tetap semangat menjaga sang ibu.

Empat hari dirawat, akhirnya dokter mengizinkan Fatin dan ibunya pulang, yakni Kamis (4/2) mengingat kondisi Juliana sudah berangsur baik. Meski sebelumnya mereka sempat dipusingkan dengan urusan pembayaran mengingtat kartu BPJS Kesehatan Juliana menunggak, hingga akhirnya dibayarkan oleh anak Juliana yang bekerja di Belawan.

Sepulang dari rumah sakit, Wahyu yang penasaran bersama sejumlah wartawan melacak rumah Fatin dan ibunya di Kecamatan Simpang Empat. Di sana, ia mengadvokasi terkait kesehatan Juliana agar rutin melakukan kontrol kesehatan.

Tak sampai di situ, ternyata postingan Wahyu di FB mengundang simpatik seorang pengusaha asal Kisaran. Pengusaha tersebut menghubunginya dan membayarkan lunas tagihan BPJS Kesehatan Juliana. (per/fabe)