News

Erni Puspita: Cinta Senam, Keluarga Tetap Nomor Satu

Saat tampil di stage (pentas/panggung) menjadi instruktur senam aerobik, totalitas Erni Puspita tak diragukan. Mulai penampilan, kostum, hingga gerakan-gerakannya. Auranya benar-benar muncul.

Namun, Erni tetap seorang istri dan ibu dari dua putrinya. Baginya, keluarga adalah segalanya. Ia selalu berusaha dekat dengan keluarga. Bahkan, ia selalu senantiasa mendampingi anak-anaknya saat belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

“Sejak SD sampai SMA, anak-anak nggak pernah les. Saya sendiri yang mengajari mereka. Apalagi sekarang sudah canggih, kalau ada kesulitan dengan pelajaran anak-anak yang sudah makin berat, saya tinggal buka internet,” sebut Ketua Asosiasi Senam dan Kebugaran Indonesia (ASKI) Pematangsiantar ini.

Sebagai bukti keluarga yang utama, saat job senam bersamaan waktunya dengan kegiatan anak-anak, tak perlu pikir dua kali, Erni langsung pilih mendampingi buah hatinya. Kecuali job itu untuk event besar dan sudah jauh hari dibicarakan.

“Saya juga harus menjaga profesionalitas serta kepercayaan pihak yang sudah mengontrak saya,” tukas ibu dari Salsabila Ervie Hasina (18) dan Queen Rhameyza Ellya (12).

Erni mengaku, olahraga senam sudah menjadi jiwanya. Mungkin itu juga yang membuatnya bisa total saat bersenam.

“Dari senam, tubuh saya sehat, banyak kawan, ada jaringan di mana-mana, dan dapat uang,” kata istri dari Hennry Simon ini, yang mengaku mulai latihan senam sejak masih gadis.

Erni mengingatkan, olahraga termasuk senam untuk membuat tubuh sehat. Kalau kurus atau langsung, itu bonus.

“Kalau memang mau kurus, harus diet atau sedot lemak,” tukas alumni SMA Sultan Agung Pematangsiantar ini.

Bungsu dari delapan bersaudara ini lebih lanjut mengatakan, ada kalanya dia jenuh dengan kegiatan senam. Kalau sudah dalam fase seperti itu, Erni memilih cuti dan menolak job untuk sementara. Hanya saja, sambungnya, belum lama cuti biasanya dia sudah rindu kembali menerima job senam.

“Dan kalau bulan Ramadan, saya sama sekali tidak terima job sampai usai libur Idul Fitri. Biasanya, kalau anak-anak sudah masuk sekolah setelah libur Lebaran, baru saya kerja lagi,” tutur Erni yang sudah menerima job menjadi instruktur senam dari Pematangsiantar, Simalungun, Deliserdang, Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Utara (Taput), bahkan Medan.

Disinggung bagaimana tanggapan suami atas pekerjaannya, Erni mengaku sejauh ini kekasih hatinya itu sangat mendukung. Sang suami selalu percaya sepenuhnya. Bahkan, tidak keberatan mengantar Erni jika ada job ke luar kota.

“Suami saya orangnya santai. Dia percaya saya sepenuhnya,” sebut Erni yang bila ada waktu luang lebih memilih membawa anak-anaknya jalan-jalan dan menikmati suasana pedesaan.

Erni juga menceritakan, sebenarnya ia menjadi instruktur senam secara tidak sengaja. Saat itu, di tahun 2007, beberapa temannya sudah mendaftar mengikuti ujian di Medan. Bahkan sudah membayar sebagian biaya ujian. Tiba-tiba ada yang batal ikut karena sesuatu hal. Jadilah, ketika itu Erni yang ditunjuk untuk menggantikan.

“Sebenarnya saya sempat bingung, apa saya bisa? Soalnya saat itu sudah punya anak dua. Tapi suami mendukung, dan jadilah saya ikut ujian,” terang Erni, seraya menambahkan dari dua putri cantiknya, si bungsu lah yang mengikuti jejaknya “bergoyang ria’.

Wanita kelahiran Pematangsiantar yang hobi bernyanyi dan jalan-jalan ini, untuk menjaga kebugaran tubuhnya, selain berolahraga, yakni mengonsumsi madu setiap pagi.

“Pagi minum madu satu sendok. Kalau rasanya letih kali, sehari dua kali minum madunya. Tentunya dibarengi dengan konsumsi makanan bergizi,” sebut perempuan yang berulang tahun setiap tanggal 29 Mei ini. (*)