News

Empat Pintu Masuk Dijaga Ketat, Dari dan Menuju Tapanuli Tengah

TAPTENG, FaseBerita.ID– Empat pintu masuk ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dijaga ketat personel Polres Tapteng. Penjagaan dengan bentuk penyekatan tersebut bagian dari pemantauan terhadap frekuensi kendaraan yang keluar masuk Tapteng, sekaligus pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H.

Keempat pintu masuk yang dijaga ketat yakni perbatasan Tapteng-Tapsel di depan Mapolsek Sibabangun, perbatasan Tapteng-Humbahas di Desa Pangaribuan Kecamatan Andam Dewi, perbatasan Tapteng-Aceh Singkil (Provinsi Aceh) di Desa Saragih Timur Kecamatan Manduamas, dan perbatasan Tapteng-Taput di Kelurahan Rampah Kecamatan Sitahuis.

Tidak hanya personil Polri, petugas lainnya dari instansi terkait, seperti TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan BPBD disiagakan pada posko pengedalian. Sebagai bentuk upaya pelarangan mudik dan mempersempit masuknya pemudik ke Tapteng, petugas akan berjaga 24 jam penuh memonitoring pergerakan kendaraan yang keluar masuk Tapteng.

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nicolas Dedy Arifianto SH SIK MH melalui Kasubag Humas AKP Horas Gurning menerangkan, penjagaan dan penyekatan yang dilakukan bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus corona, sebagaimana Adendum Surat Edaran Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Giat penyekatan juga untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H. Setiap kendaraan yang akan memasuki Kabupaten Tapanuli Tengah akan didata dan diperiksa petugas dengan mengedepankan sisi humanis.

“Pemeriksaan meliputi surat-surat dan dokumen administrasi perjalanan, cek suhu tubuh dan cuci tangan. Kita mengimbau agar masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik selama pandemi,” ujar Gurning, Sabtu (1/5) lalu.

Lebih lanjut diterangkan, wilayah perbatasan ini akan dijaga ketat agar nantinya masyarakat tidak melaksanakan mudik. Apabila ditemukan adanya masyarakat yang nekat mudik, maka akan diputar balik. Larangan mudik ini sebagai upaya pemerintah dalam mencegah dan menekan penyebaran pandemi Covid-19, sekaligus mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat secara nasional.

Sebagaimana diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengeluarkan Adendum (tambahan klausul) Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Adendum yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada tanggal 21 April 2021 ini mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021).

Sementara selama masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021 tetap berlaku SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021. Adendum SE ini berlaku efektif mulai tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021. (ztm/fabe)

USI