News

Ekonomi Sulit, Parbetor di Padangsidimpuan Tuntut Sembako

FaseBerita.ID – Seratusan pengemudi becak bermotor (Parbetor), Jumat (17/4) siang mendatangi kantor Wali Kota Padangsidimpuan. Sebabnya, Parbetor seperti terlupakan dari penerima sembako yang banyak dibagi di berbagai tempat dan oleh berbagai pihak di Kota Padangsidimpuan.

Salah seorang Parbetor, Sunardi (48) mengatakan, awalnya mereka tadi mendapat informasi dari kawan-kawan sesama penarik betor bahwasanya ada pembagian sembako di Kantor Wali Kota pada pukul 14.00 WIB. Dan atas dasar itu, mereka pun mendatangi kantor yang juga jadi posko Penanggulangan Covid-19 itu.

“Selain itu, kami juga ingin menanyakan kepada Wali Kota soal bantuan yang sampai saat ini belum ada diberikan kepada kami,” kata warga Padang Matinggi ini.

Erwin Nainggolan (55) parbetor lainnya, mengungkapkan atas dasar partisipasi senasib sepenanggungan sesama penarik betor, mereka pun terdorong ikut serta dalam aksi spontan ini.

“Apalagi, kami mendengar ada bantuan sembako yang akan dibagikan. Kondisi ekonomi saat ini kami rasakan sangat susah sekali, penumpang becak pun sudah tidak seperti biasa. Itu terjadi sejak ada himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah,” tuturnya.

Apalagi karena itu, penghasilan sebagai Parbetor sangat jauh menurun dari biasanya. Dan kebutuhan untuk menafkahi keluarga juga sangat terganggu.

“Maka karena itu, kami meminta kepada Wali Kota sebagai Kepala Daerah untuk peduli dan bisa membantu kami,” ungkapnya.

Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution menyampaikan, dengan melihat keadaan sekarang ini ia juga mengerti, dan bersama TNI-Polri katanya tengah berupaya untuk mencegah penyebaran virus corona yang telah menjadi pandemi global ini, khususnya di Kota Padangsidimpuan.

“Kita tetapkan siaga bencana pada 19 Maret. Kemudian berkembang suasana dampak di tengah masyarakat mulai terjadi, dan pada 9 April kita tetapkan sebagai tanggap darurat,” jelasnya.

Namun begitu, nantinya kata Irsan, di desa akan ada bantuan dan juga dari kelurahan. Dan ini untuk kepada keluarga terdampak.

“Mekanismenya adalah lingkungan tempat tinggal, saya pastikan sepanjang keluarga terdampak pasti akan mendapat bantuan melalui Kepling. Kalau ada Kepling yang bermain, kita pastikan akan kita tindak,” ujarnya.

Dan bantuan yang dibagikan pemerintah berbasis tempat tinggal bukan profesi dan pekerjaan. “Melalui pertemuan ini, saya mengarahkan kepada pengemudi becak untuk menemui Kepling setempat. Nanti bantuan akan diberikan. Silahkan melalui Kepling, karena jumlahnya banyak dan butuh waktu untuk bisa dibagikan,” pungkasnya.

Kemudian, Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini, menambahkan dengan imbauan agar Parbetor tetap mentaati jarak fisik untuk dalam berinteraksi sosial, gunakan masker dan cuci tangan.

“Untuk bantuan, kami dari Polres secara rutin turun langsung memberikannya kepada keluarga-keluarga yang kami anggap layak menerimanya,” katanya.

Begitu juga kepada Parbetor, kata Juliani, hampir setiap Jumat Polres juga turun membagikan nasi kepada penarik angkutan umum ini. Pun demikian dengan pembagian masker.

“Dan saya imbau tetapi tenang, jangan membuat kepanikan apalagi sampai membuat kerusuhan. Mari kita berdoa bersama agar wabah ini segera berlalu dan kita semua bisa beraktivitas seperti biasa,” tutupnya.

Mendengar penjelasan itu, para penarik becak ini pun perlahan membubarkan diri dan kembali menjalankan aktivitas masing-masing. (san)