News

Edis Galingging Dilantik Jadi Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melantik Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi periode tahun 2021 – 2022, Sabtu (10/7/2021) di Aula Kevikepan Jalan Lingga Nomor 1 Pematangsiantar.

Acara pelantikan yang diawali dengan ibadah perayaan ekaristi yang dibawakan oleh Pastor Rinardo Saragih OFMCap ini mengangkat thema ‘Mewujudkan Arah Baru Yang Progresif Dengan Tiga Benang Merah PMKRI’.

Pastor Rinardo menyampaikan, agar PMKRI Cabang Pematangsiantar harus hadir di tengah-tengah gereja dan di lingkungan masyarakat, dan mengambil bagian dalam memajukan bangsa.

Setelah ibadah bersama, secara resmi Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas yang diwakili Sekretaris Jenderal, Tri Natalia Urada melantik Edis Galingging sebagai Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2021-2022 menggantikan Liharman Sipayung.

Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan personalia Dewan Pimpinan Cabang oleh Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Periode 2021-2022.

Edis Galingging menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya acara pelantikan dan perutusan dirinya sebagai Ketua Presidium PMKRI. Ia berterimakasih atas kehadiran Pastor Rinardo Saragih yang telah memberikan waktunya untuk membawakan misa.

“Di awal periode ini akan fokus di penguatan internal dan selanjutnya akan fokus ke eksternal. PMKRI Cabang Pematangsiantar perlu melakukan transformasi gerakan, yakni gerakan yang terpusat,”kata Edis.

Edis juga mengajak PMKRI Cabang Pematangsiantar agar fokus terhadap isu lingkungan, sosial dan pendidikan. Dikarenakan ketiga hal tersebut sudah menjadi permasalahan yang betul-betul harus disuarakan.

Selesai acara pelantikan dilanjutkan dengan seminar dengan tema ‘Wajah Dunia Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 dan Pandemi Covid-19’. Dunia pendidikan di era disrupsi teknologi dan pandemi Covid-19, dipandang perlu melakukan terobosan baru, perlu adanya suatu regulasi yang sesuai dengan kemajuan teknologi saat ini.

Dalam situasi pandemi saat ini, proses belajar mengajar telah berganti dari yang konvensional menjadi daring. Tentu banyak perubahan yang terjadi dalam sistem pembelajaran. Saat ini pembelajaran telah berpusat pada siswa. Karena itu, perlu dampingan dari orang tua anak didik dalam memantau seorang anak didik.

Adapun yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut, yakni Richard Sidabutar SE yang merupakan tokoh masyarakat, Pengurus Pusat PMKRI diwakili Tri Natalia Urada selaku Sekretaris Jenderal PP PMKRI Periode 2020-2022, Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar yang diwakili oleh Rindu Marpaung SPd, dan Donal Haromunthe SFil selaku praktisi pendidikan.(rel/fabe)