News

Edi Syahputra Pernah Cerita, Antar Narkoba 1 Kg ke Pekan Baru

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Teka-Teki kematian Edi Syahputra (42) warga Lingkungan I, Pekan Ujung Padang, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Ujung Padang, membuat pihak Polsek Bosar dan Unit Jatanras Satreskrim Polres Simalungun harus bekerja keras untuk mengungkap kasus tersebut apakah korban pembunuhan atau murni bunuh diri.

“Kami masih di lapangan ini bang. Sejauh ini kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” kata Kapolsek Bosar Maligas AKP Jagani Sijabat melalu Kanit Reskrimnya Iptu TL Simamora saat dihubungi melalui seluler, Minggu (16/6/2019) sekira pukul 22.35 WIB.

Informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan korban sudah dalam keadaan tergantung di dalam rumah adiknya Bambang Sudirman (40), saat itu Minggu (16/6/2019) sekira pukul 08.30 WIB, ada 4 orang mendatangi rumah Bambang Sudirman diduga untuk menemui korban. Kemudian sekira pukul 09.00 WIB, Bambang Sudirman pamit pergi untuk menggembala ternaknya.

Namun saat hendak pergi, Bambang dicegah oleh oleh korban dengan mengatakan, “Jangan pergi dulu kau dek, karena aku dengan Juned lagi bertengkar,” namun tidak tidak dihiraukan oleh Bambang dan langsung beranjak pergi untuk menggembala ternak Lembunya.

Selang beberapa saat kemudian, sekira pukul 09.15 WIB, istri Bambang Sudirman, Sri Rezeki (38) bertemu dengan Juned yang tadinya adalah salah seorang yang mendatangi rumahnya, di Pekan Ujung Padang dan mengatakan bahwa korban sudah gantung diri di rumahnya. Akan tetapi Sri Rejeki menganggap informasi itu hanya gurauan.

Masih belum ada firasat apapun, Sri Rejeki pun pulang kerumahnya dan melihat warga berdatangan kerumahnya lalu melihat korban posisi sudah tergantung ditangga naik ke loteng rumahnya. Melihat hal itu, Sri Rejeki pun meminta kepada warga agar menghubungi suaminya Bambang Sudirman untuk segera pulang dan menghubungi pihak Kepolisian.

Sejumlah kejanggalan saat dilakukan olah TKP dan pemeriksaan jasad korban oleh pihak kepolisian, hasil olah TKP dan pemeriksaan jasad korban, saat ditemukan posisi kaki tidak tergantung dan menyentuh lantai, lidah tidak terjulur, sperma dan air seni tidak keluar, simpul tali seperti diikat, tangan dalam posisi meraih tangga untuk naik keloteng, dan tangan korban dalam posisi mengenggam.

Lebih lanjut lagi, informasi yang diperoleh kru koran ini berdasarkan pengakuan dari adik korban, Bambang Sudirman mengatakan bahwa sebelum kejadian, Sabtu (14/6/2019) sekira pukul 22.00 WIB, korban pernah bercerita sedang menghadapi masalah terkait narkoba jenis sabu sabu. Namun Bambang tidak mau ikut campur dalam masalah tersebut.

Baca juga: Tanda-tanda Gantung Diri Mencurigakan, Edi Syahputra Diduga Korban Pembunuhan

Kepada adiknya itu, korban mengaku pernah mengantar narkoba jenis sabu-sabu dari Selat Panjang ke Pekan Baru Riau sebanyak 1 Kg. Namun tidak dibayar oleh pembeli karena menunggu barang haram tersebut. Hal itu yang membuat korban kesulitan menghadapi masalah tersebut.

Hingga akhirnya, dihari kejadian itu, Minggu (16/6/2019) sekira pukul 08.30 WIB, Bambang Sudirman kedatangan tamu, diantaranya, J, G, B Alias Mami Beby. Setelah diteras ketiganya diduga bertemu dengan korban, saat itu Bambang mendengar keempat orang termasuk korban, bertengkar mulut yang diantarnya didengar suara J yang mengatakan, “Harus kau selesaikan masalahmu atau apa perlu si H yang turun menjumpaimu?”.

Dari semua yang diterangkan adik korban itu, dirinya menduga bahwa narkoba jenis sabu sabu yang diantarkan korban berasal J dan H, jadi korban dan J adalah pesuruh dari H. J dan H adalah dulunya warga Ujung Padang yang sekarang menetap di Pekan Baru, Riau. (adi)