News

Duh… Amien Rais Takut Jin dan Genderuwo!!

FaseBerita.ID – Amien Rais yang juga anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, meminta agar rekapitulasi surat suara pemilu 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur.

Menurutnya, jika rekapitulasi digelar di hotel tersebut, maka dikhawatirkan ada gangguan dari jin dan genderuwo.

Menanggapi ketakutan Amien itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani hanya menjawabnya dengan candaan. Bahkan dia berseloroh membandingkan banyaknya jin di hotel Borobudur dengan di gedung DPR RI, Senayan.

“Banyak jin-nya ya, lebih banyak mana dari gedung DPR?” kata Arsul di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (27/3).

Sementara itu, Arsul mengatakan, TKN menaruh kepercayaan penuh kepada KPU. Dia percaya penyelenggara pemilu akan mencari lokasi terbaik untuk proses penghitungan suara.

Baca: Duh, Masih Banyak Warga Belum Tahu Warna Surat Suara Pemilu 17 April

“Kalau kami ya kami serahkan saja. Kami percaya lah, yang jelas KPU akan memilih tempat yang baik, tidak angker untuk penghitungan suara. Udah, kami percaya itu aja,” jelasnya.

Meski begitu, Sekjen PPP ini hanya berpesan, di manapun tempat rekapitulasi suara, sebaiknya dibuat nyaman untuk para petugasnya. Supaya bisa bekerja dengan maksimal, untuk menghindari kesalahan selama menghitung.

“Bagi TKN yang penting tidak angker, ada AC, sehingga yang nungguin itu nggak panas, gerah, gitu kan. Dan tersedia konsumsi yang cukup, sehingga nggak kelaparan,” pungkas Arsul.

Sebelumnya, Amien Rais meminta penyelenggara pemilu mengevaluasi ulang tempat proses rekapitulasi hasil suara pemilu 2019. Amien tidak mau rekapitulasi suara kembali dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Amien punya alasan sendiri, tak mau Hotel Borobudur dijadikan lokasi rekapitulasi suara. Salah satu alasannya, kata Amien, banyak jin dan genderuwo di hotel yang terletak di kawasan Lapangan Banteng tersebut.

“Selain DPT harus segera dibenahi, besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Banyak ‘jin’, banyak ‘genderuwo’ di sana,” kata Amien di kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (26/3). (jpg/fi)