News

Dugaan Pelanggaran Pemilu, Sentra Gakkumdu Diminta Bertindak

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Peristiwa terjadinya dugaan praktik money politic (politik uang) saat pelaksanaan Pemilu Serentak khususnya Pemilu Legislatif tingkat Kota Padangsidimpuan membuat sebagian kalangan ragu terhadap kualitas demokrasi di Padangsidimpuan.

Ditambah lagi adanya penangkapan salah satu oknum perpanjangan tangan Calon Legislatif atas dugaan praktik politik uang.

Menanggapi itu, Wakil Rektor III Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS), Tamin Ritonga MPd, menyebutkan pelaksanaan Pemilu ini akan semakin tercoreng hanya karena ulah beberapa oknum yang sengaja melakukan praktik politik uang.

Menurutnya, Sentra Gakkumdu bersama penyelenggara pemilu (Bawaslu dan KPU) harus cepat mengambil tindakan tegas agar penyelenggaraan pemilu tidak cacat akibat beberapa oknum yang bermasalah.

“Kita sangat mengapresiasi pihak kepolisian yang telah mengungkap kasus politik uang. Disisi lain, kita juga meminta agar undang-undang tentang pemilu betul-betul dilaksanakan supaya masyarakat yakin dengan penyelenggaraan pemilu. Supaya tidak terjadi gonjang-ganjing dalam penyelenggaraan pemilu ditengah masyarakat,” kata Tamin Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Dikatakannya, integritas Bawaslu dan KPU akan semakin dipertanyakan apabila tidak berani mengambil tindakan atas pelanggaran Pemilu yang dilakukan secara terang-terangan.

“Bagaimana tindakan penyelenggara pemilu menegakkan aturan. Jika betul dilaksanakan, kita pun dapat menyampaikannya (informasi) kepada publik khususnya para mahasiswa. Kita menunggu tindaklanjut perundang-undangan ini dari penyelenggara pemilu,” paparnya.

Ia juga berharap agar rangkaian proses demokrasi yang dilaksanakan dalam waktu 1 kali 5 tahun dapat berjalan sesuai ketentuan aturan yang berlaku. Atas dasar itu, kata Tamin, Bawaslu dan KPU harus tampil di depan memberikan kepercayaan terhadap publik terhadap dugaan pelanggaran pemilu yang sudah dilihat langsung oleh masyarakat banyak.

“Kita minta Bawaslu dan KPU serius menangani ini, agar kita dari akademisi meyakinkan dan memberikan informasi kepemiluan yang sesuai dengan fakta di lapangan kepada masyarakat khususnya mahasiswa,” pungkasnya. (tim)