News

Dugaan Illegal Logging Kades di Madina, Polisi: Masih Penyelidikan

FaseBerita.ID – Kepala Desa Huta Lombang, Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Madina, diduga melakukan praktik illegal logging.

Kepala Desa berinisial AN itu sebelumnya dilaporkan oleh Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-I) Madina ke Mapolres Madina, pada 8 Februari 2021 lalu.

Kasat Reskrim Polres Madina AKP Azwar membenarkan ada laporan tentang dugaan illegal logging yang dilakukan oleh Kades Huta Lombang.

“Iya laporannya masih proses penyelidikan, kita masih meminta keterangan dari pelapor,” kata AKP Azwar.

Sebelumnya, ketua FKI-1 Madina, Samsuddin mengatakan bahwa Kades Huta Lombang diindikasi oleh pihaknya telah melakukan perambahan kayu atau praktik illegal logging di wilayah hutan lindung Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) di Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

Samsuddin menjelaskan bahwa Kades Huta Lombang diduga melakukan kegiatan perambahan kayu jenis kemiri dan menjualnya ke PT Plumpang Raya Anugrah (PRA). “Temuan kita dia (Kades) ini menjualnya kayu itu ke PT Plumpang Raya Anugrah,” kata Samsuddin.

Sementara, Kepala Desa Huta Lombang, kepada wartawan mengaku benar ada menjual kayu olahan. Kades menjelaskan bahwa kayu yang ia jual adalah kayu jenis kemiri dan milik pribadi yang ditebang sendiri sebanyak empat meter kubik.

“Memang benar saya menjual kayu PT PRA sebanyak 4 meter kubik jenis kayu kemiri, milik saya sendiri, ditanam ditebang sendiri. Kalau itu wewenang bapak, inilah laporan saya pemilik kayu dan kebun saya sendiri dan sakonya pun hanya surat kepala desa, demikian dan terima kasih pak semoga bapak maklum,” Demikian keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Kemudian, dia juga menyebut bahwa penjualan kayu ke PT PRA ini berlangsung pada tahun 2020 silam.
Menurutnya, kayu yang ia jual ke PT PRA merupakan pohon di lokasi perkebunan miliknya yang tumbang akibat angin.

“Ini untuk apa ini, Pak? Laporan ini sama bapak saya jual pun batang kemiri saya karena tumbang dibuat angin, saya bukan ilegal logging kalau itu tujuan bapak sudah terlalu pribadi itu pertanyaan bapak,” katanya.

Ditanya mengenai laporan kepolisian, dia mangaku tidak ada masalah dengan kasus dugaan yang dituduhkan terhadapnya. Sebab, ia menganggap hal itu merupakan wewenang pihak kepolisian. “Tidak ada masalah, itu hak petugas,” tukasnya. (Mag 01/fabe)

USI