News

Dua Perampok Mobil Rental Ditembak

FaseBerita.ID – Tim Satreskrim Polres Asahan bekerja sama dengan Polsek Prapat Janji membekuk dua dari tiga tersangka kasus pencurian mobil dengan modus rental. Keduanya terpaksa ditembak karena berupaya melawan petugas.

Kedua tersangka bernama Zainal (39) warga Ujung Batu Rokan, Riau, dan Suryadi (30) warga Sei Silau, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan. Sementara satunya lagi masih DPO (Daftar Pencarian Orang).

Keduanya ditangkap polisi di Aek Kanopan, Labuhan Batu Utara (Labura), Senin (27/5).

Pantauan wartawan, kedua tersangka meringis kesakitan akibat luka tembak pada bagian kaki. Kini keduanya terpaksa merayakan hari Lebaran di dalam sel tahanan Polres Asahan.

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK didampingi Kapolsek Prapat Janji AKP Nasib Manurung dalam keterangannya kepada media di RSUD HAMS Kisaran membenarkan penangkapan kedua tersangka. Sementara korban bernama Refli warga Pekan Baru.

“Kita mengamankan dua dari tiga tersangka pelaku pencurian mobil dengan modus merental,” ungkapnya.
Polisi berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu membeberkan bahwa pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan cara menembak pelaku di bagian kaki.

“Ya, kami berikan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku dengan cara menembak pelaku pada bagian kaki, karena keduanya telah mencoba melakukan perlawanan kepada petugas pada saat penangkapan,” jelas AKP Ricky.

Polisi yang memiliki tubuh tegap tinggi dan tampan itu juga menjelaskan modus dan cara pelaku untuk melakukan aksi jahat para pelaku.

“Kedua tersangka melakukan aksinya dengan modus merental mobil, tapi tidak lepas kunci. Setelah itu, tersangka mengancam sopir hingga ketakutan dan menurunkannya di tengah jalan. Dari situlah tersangka bebas melakukan aksinya,” kata AKP Ricky.

“Dari hasil kejahatan pelaku, kami mengamankan barang bukti berupa mobil Avanza bewarna putih,” paparnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada para pemilik rental mobil agar selalu lebih waspada ke depannya.

“Baiknya mobil yang direntalkan itu diberi GPS, agar mudah mendeteksi saat kapan pun, serta dapat menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Salahsatu tersangka mengaku sudah tiga kali melakukan hal yang sama. Sementara uang hasil penjualan mobil habis buat foya-foya. “Uangnya sudah habis buat foya-foya. Sampai saat ini sudah ada tiga mobil yang kami larikan,” ujarnya. (bay)

USI