News

Dua Pengedar Sabu Diringkus Polisi Sibolga

FaseBerita.ID – Personil Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali sukses meringkus dua penyalahguna narkotika jenis sabu. Adalah B (25) yang ditangkap melalui proses under cover buy, Senin (8/6) sekira pukul 20.00 WIB dari kediamannya di Jalan Gambolo Nomor 95, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas. Dari tangan B didapatkan dua paket sabu yang dibungkus dengan plastik bening dengan berat 0,4 gram.

Seorang lagi berinisial GTFN (25), warga Jalan Jendral Sudirman Komplek Parombunan, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, ditangkap satu jam setelah penangkapan B di Jalan Merpati Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. Dari tersangka GTFN juga didapatkan barang bukti narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik bening dengan berat 0,7 gram.

Disamping barang bukti sabu, polisi juga menyita beberapa barang bukti lain, berupa satu unit HP merek Oppo warna putih, satu unit HP merek Samsung warna gold, dan satu bungkus rokok sampoerna. Kedua tersangka ditenggarai merupakan pengedar.

Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto melalui Paur Subbag Humas Ipda JS Sinurat, membenarkan penangkapan kedua tersangka. Tersangka B diringkus melalui proses penyamaran under cover buy. Sedangkan penangkapan tersangka GTFN, merupakan hasil pengembangan penyelidikan dari tersangka B. “Iya benar, diamankan hari Senin (8/6). Para tersangka sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Tapteng,” ujar JS Sinurat, melalui pesan tertulis, Rabu (10/6) lalu.

Sinurat menuturkan, penangkapan tersangka B berawal dari informasi bahwa seorang laki-laki yang beralamat di Jalan Gambolo Nomor 95 Kelurahan Pancuran Pinang, ada menguasai narkotika jenis sabu. Polisi langsung terjun ke lapangan dan melakukan penyamaran. Salah seorang personil Polres Tapteng berpura pura membeli sabu. Saat menyerahkan sabu yang akan dijualnya, tersangka B langsung diamankan.

“Setelah dilakukan penggeledahan badan, di dapatkan satu paket kecil sabu lainnya di kantong celana tersangka,” ungkap Sinurat.

Masih kata Sinurat, kicauan tersangka B yang mengatakan sabu yang dimilikinya berasal dari GTFN, membuat polisi kembali bergerak menguber target. GTFN ditangkap di Jalan Merpati Kelurahan Aek Manis. Sebungkus rokok berisikan sabu, yang tergeletak di atas meja memaksa GTFN berteluk lutut.

“GTFN juga mengakui bahwa ianya telah memberikan paket sabu kepada tersangka B,” timpal Sinurat. Para tersangka terancam pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) dari Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang tindak pidana narkotika dengan ancaman kurungan penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. (ztm)