News

Dua Maling Spesialis Batre Diamankan di Medan

FaseBerita.ID – Pelarian dua maling spesialis batre tower akhirnya kandas di tangan Tim Jatanras Polres Siantar. Kedua pelaku diamankan di wilayah Medan, Selasa lalu.

Kedua pria itu diketahui warga Medan. Para pelaku berhasil menggasak alat komunikasi milik PT Hutchison Cp Telecom Indonesia (H3I) di Jalan Lobuk, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar.

Keduanya bernama Ariansyah (41) warga Jalan Sumber Amal, Kelurahan Horjasari, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan dan Joko Purnama alias Omo (32) warga Swadya Gang Bunda, Kelurahan Horjasari II, Kecamatan Medan Amplas.

Penangkapan keduanya dibenarkan Kabag Humas Polres Pematang Siantar Iptu Rusdi Ahya, Kamis (12/3) malam.

“Keduanya kita amankan dari Pasar 4 Marindal, Medan. Sedangkan Ariansyah ditangkap dari Perumahan Garden, Jalan Bayur, Kabupaten Deli Serdang,” ujarnya.

Kedua pelaku ditangkap setelah personel Unit Jahtanras Polres Siantar melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan pelaku.

Dari kedua pelaku diamankan barang bukti hasil curian yakni, 2 unit BBU (Base Ben Universal) otak tower, 2 buah helm, 1 buah kemeja kotak-kotak dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam digunakan saat beraksi.

Menurut Iptu Rusdi, kedua pelaku ditangkap setelah pelapor Rolan Alfredi Saragih (36) melaporkan kejadian itu ke Polres Siantar.

“Keduanya ditangkap berdasarkan laporan yang kita terima dengan LP/138/III/2020/SU/STR dan LP/139/III/2020/SU/STR,” sebutnya.

Dijelaskannya, sebelumnya pada Sabtu (7/3/2020), pelapor menerima telepon dari Network Operation Center (NOC). Saat itu pihak NOC meminta pelapor untuk mengecek jaringan tower yang lemah dengan nomor ID 023155 di Jalan Lobak, Kelurahan Tomuan.

Kemudian pelapor menyuruh saksi Rafael Pandapotan Sidabutar (31) untuk mengecek jaringan tower yang lemah.
Setiba di lokasi, saksi melihat 1 unit BBU telah hilang, terdiri dari UMPT 1 unit, UBBP 1 unit, SFP 3 unit, USLP 1 unit, UPEU 1 unit, UEIU 1 unit, USB Lan 1 unit dan FAN 1 Set.

Setelah saksi melihat 1 unit BBU hilang, langsung menghubungi pelapor. Akibat kejadian itu, PT H3I mengalami kerugian sebesar Rp 40 juta. (Mag-03)