News

Dua Generasi Penerus Tokoh Pendiri USI Bertemu Bahas Simalungun Unggul

SIANTAR, FaseBerita.ID- Jumat  27 November 2020 di Kampus Universitas Simalungun (USI) tepatnya di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat USI, dua tokoh Simalungun yang merupakan generasi tokoh central pendiri USI, bertemu membahas USI dan Simalungun Unggul di masa depan.

Putra pelopor berdirinya USI  Marsma TNI (P) Ir Budi Purba yang merupakan putra almarhum Brigjen (Purn) Radjamin Purba serta Irjen Pol (Purn) Maruli Wagner Damanik yang merupakan putra abang dari almarhum Mr Djariaman Damanik SH, salah satu pelopor pendiri USI sekaligus pernah menjabat Rektor di USI, bertemu sebagai Ketua Dewan Pembina dan Calon Bupati akan akan maju pada Pilkada Simalungun 2020.

Dalam pertemuan ini, Wagner Damanik yang hadir didamping istri Debora Maya Purba serta tim termasuk Jomen Purba, dalam sambutannya menyampaikan, keprihatinannya atas kondisi Kabupaten Simalungun saat ini. Keprihatinan lah yang mendorongnya maju sebagai calon bupati yang ingin menjadi parhobas mewujudkan Simalungun unggul dalam semua bidang. Unggul dalam infrastruktur, tata kelola pemerintahan, sumber daya manusia, dan pelayanan publik.

“Kami memilih tagline datang untuk memberi bukan mengambil, sebagai bentuk keseriusan bahwa melalui Pilkada ini kami memang ingin menjadi parhobas. Kami menyadari betul apa konsekuensi jika melanggar hukum. Maka tekad kami memberantas KKN, pungli, jual beli jabatan yang masih kental hingga saat ini,” kata Wagner Damanik.

Keberadaan USI, lanjut Wagner Damanik, sangat strategis membantu pemerintah memberikan masukan terkait kebijakan melalui studi kajian-kajian akademik. Pemerintah yang baik harus melibatkan lembaga akademik sebelum membuat kebijakan. Sehingga kebijakan tersebut benar-benar tepat dan bermanfaat bagi rakyat.

“Keberadaan USI yang didirikan oleh para tokoh yang diinisiasi Tulang kami Almarhum Brijen (Purn) Radjamin Purba, Bapa Anggi kami Mr Djariaman Damanik serta sejumlah tokoh di Simalungun 55 tahun lalu, terbukti sudah banyak mengangkat harkat martabat putra-putri Kabuten Simalungun, dan Kota Siantar. Sebab anak-anak dan masyarakat lebih mudah mendapatkan akses pendidikan tinggi, sesuai dengan tujuan didirikannya USI oleh para pendiri,” kata Wagner Damanik.

“Kami berharap kelak, jika masyarakat Simalungun memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi Bupati Simalungun, peran USI tetap berperan aktif dalam memberikan masukan untuk tujuan percepatan mewujudkan Simalungun Unggul. Kami juga berharap USI memilih jurusan yang diunggulkan yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat Simalungun, terutama bidang pertanian dan perkebunan,” katanya.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yayasan USI Marsma (P) Ir Budi Purba dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi setiap calon pemimpin yang datang ke USI. Berdiskusi menjalin silaturahmi serta saling memberikan masukan untuk kemajuan pendidikan dan tentunya khusus kemajuan Kabupaten Simalungun.

Budi Purba berpesan apabila kelak terpilih, agar melibatkan USI dalam kegiatan-kegiatan Pemkab Simalungun, karena selama 10 tahun terakhir ini USI tidak pernah lagi dilibatkan seperti halnya penelitian, kajian akademik, bimtek dan kegiatan lainnya. Pada hal selama ini USI dikenal merupakan anak kandung Pemkab Simalungun, melihat sejarah pendiriannya.

Penyematan hiou pamotting oleh Ketua Dewan Pembina USI kepada M Wagner Damanik.

Corry Purba: USI Selalu Siap Berkontribusi untuk Simalungun

Rektor USI Dr Corry Purba dalam sambutannya menyampaikan bahwa USI saat ini penuh dengan SDM yang siap berkontribusi secara akademik bagi kemajuan daerah, termasuk Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar. Saat ini USI diasuh 140 dosen, 22 diantaranya bergelar Doktor dan 18 sedang menjalani pendidikan Doktor di berbagai universitas di Indonesia.

Kesiapan USI sudah teruji, dan bahkan menjadi salah satu lembaga tinggi di Sumatera Utara yang memiliki izin untuk menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) untuk DPRD. Itu sudah dibuktikan dengan pelaksanaan Bimtek kepada DPRD dibeberapa daerah tingkat II di Sumatera Utara.

USI terdiri dari Fakultas Ekonomi, Pertanian, Hukum, FKIP, dan Fakultas Tekni untuk jenjang Strata I. Sementara untuk Strata II ada Sekolah Pascasarjana yang saat ini dengan tiga program studi yakni PWK, Manajemen dan Hukum. USI konsisten melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui LPM dan Pusat Pengembangan Karir (PPK) yang menghubungkan langsung lulusan dan lapangan pekerjaan.

Setiap tahun dilaksanakan Bursa Tenaga Kerja, dengan melibatkan perusahaan BUMN dan Swasta yang membutuhkan tenaga kerja. USI juga aktif melakukan pertukaran mahasiswa dengan kampus di luar negeri.

“ USI ini milik masyarakat, terutama ,masyarakat Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar. USI adalah anak kandung dari Simalungun dan Pemko Siantar. Logo USI adalah bukti. Jangan putus benang merah ini. Untuk semua kajian berbau akademik, USI siap berkonrribusi,” kata Corry Purba

Sementara Amsar Saragih, mewakili pengurus Yayasan USI berharap cita-cita Wagner Damanik menjadi pemimpin di Simalungun terwujud.

“Kami juga titip pesan, jika kelak terpilih jangan biarkan USI berjuang sendiri seperti 10 tahun belakangan ini. USI siap dan memiliki kemampuan untuk memberikan yang terbaik untuk kemajuan daerah,”kata Amsar Saragih.

Serahkan Dokumen Renstra Pembangunan

Sementara dr Polentyno Girsang, salah satu Dewan Pembina Yayasan USI memberikan masukan sekaligus menyerahkan dokumen rencana strategis pembangunan untuk Kabupaten Simalungun. Polentyno mengingatkan, jika kelak terpilih jangan melupakan kearifan lokal serta berjuang mengembalikan kejayaan Simalungun yang pernah dicapai sebelumnya. Terutama menjadi lumbung pangan.

Turut hadir dalam pertemuan ini para wakil rektor, direktur pascasarjana,  para dekan atau yang mewakil, pengurus yayasan, dewan pengawas yayasan USI dan para dosen.

Di akhir acara, Ketua Dewan Pembina menyematkan Hiou Pamotting kepada  M Wagner Damanik serta Rektor USI menyerahkan plakat sebagai cinderamata.(rel/fi)