News

Driver Gojek Mohon Perhatian Walikota dan DPRD

SIANTAR, FaseBerita.ID – Para driver angkutan berbasis aplikasi online, Gojek tetap mengeluhkan kenaikan tarif. Mereka pun meminta agar Walikota dan DPRD Pematangsiantar memberikan perhatian kepada para pengemudi ojek online itu.

Mereka meminta walikota, DPRD, dan pihak perusahaan duduk bersama untuk menyelesaikan keluhan para driver.

Para driver pun berencana menggelar aksi damai ke kantor Walikota dan DPRD Pematangsiantar. Selasa (3/9/2019) mereka mengantarkan surat ke kantor walikota sebagai pemberitahuan akan melaksanakan aksi damai.

Saat ditemui wartawan, Koordinator Aksi Hisel Pasaribu mengatakan, sebelumnya mereka sudah menggelar aksi unjukrasa memprotes kenaikan tarif. Namun tuntutan mereka tidak ada tanggapan.

“Kenapa kita demo ke walikota? Karena menurut peraturannya, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) yang baru, pemerintah daerah memiliki peran untuk melakukan pengawasan. Jadi kita minta walikota melihat kondisi driver Gojek yang kena imbas atas peraturan tersebut,” pintanya.

Sebab, pasca kenaikan tarif, pendapatan para driver berkurang drastis. Bahkan penurunannya hingga 70 persen. Ditambah, insentif mereka juga berkurang.

“Bayangkan, dari Rp80 ribu menjadi Rp30 ribu. Kalau bonusnya diturunkan, setidaknya tutup poin tidak harus sampai 20. Sudah bisalah sampai 16. Kita ingin pihak perusahaan dapat melihat kondisi driver yang saat ini sangat kecewa,” tukasnya.

“Kita juga sudah melayangkan surat ke Kemenhub agar meninjau ulang regulasi yang baru saja dikeluarkan,” sebut Hisel. (pra)