News

Dor! Wajah Joni Nyaris Kena Peluru

FaseBerita.ID – Pasar Onan (PO) Manduamas, Tapteng, gempar setelah terdengar letusan sejenis senjata api, Selasa (10/3) sekira pukul 09.00 WIB. Letusan tersebut ternyata berasal dari pertikaian antara Joni Tambunan (36) dengan AP alias Gagong (45). Joni yang diancam dibunuh oleh AP kemudian melapor ke Polsek Manduamas.

Joni yang dikonfirmasi usai memberi keterangan di Polsek Manduamas mengaku trauma dengan kejadian tersebut. Diterangkannya, awal mula kejadian, saat dirinya mengejar mobil yang dikendarai oleh AP. Tujuannya, ingin mempertanyakan alasan AP menyiram dirinya dengan air pada malam sebelum kejadian.

“Malam sebelum itu, pas aku naik kreta, tiba-tiba disiramnya aku, entah pakai air atau ludahnya, gak tahulah. Tapi, yang pasti, air itu dari mobilnya. Malam itu, sempat kudatangi dia ke rumahnya, tapi dia dan istrinya cuek dan gak mau ketemu. Pas pagi itu kulihat mobilnya lewat, langsung kukejar. Aku mau menanya dia, kenapa disiramnya aku semalam,” kata Joni menceritakan kejadian saat itu.

Kemudian, AP membentak Joni dan menuduhnya menghalang-halangi pekerjaannya. Tak senang dituduh begitu, Joni pun menantang AP berkelahi. “Tiba-tiba dibentaknya aku, kenapa terus kau halang-halangi kerjaku katanya. Mana ada kuhalang-halangi kerjamu kubilang. Kalau jagonya kau, janganlah main kasar begitu. Jangan mentang-mentang banyak duitmu. Kalau nggak, ayolah dulu kita satu satu main (berkelahi),” ungkapnya.

Selanjutnya AP pun keluar dari mobilnya dan menodongkan sejenis pistol ke wajah Joni sambil mengancam akan membunuhnya. Beruntung, anak gadis AP yang saat itu berada di lokasi, langsung menampar tangan ayahnya, sehingga peluru yang diletuskan pun tidak lagi mengarah ke wajah Joni.

“Begini maumu iya, ayo, terus dibukanya pintu mobil, terus ditodongkannya pistolnya ke wajahku. Kumatikannya kau, kutembak kau. Ya sudahlah tembak sajalah aku kubilang. Trus, datang anaknya ditamparnya tangan bapaknya (AP) yang memegang pistol. Sehingga, pistol meletus ke udara,” terang Joni.

Hari itu juga, kata Joni lanjut menjelaskan, kejadian tersebut dia laporkan ke Polsek Manduamas. Selain dia, beberapa orang saksi juga katanya sudah dimintai keterangan. Joni berharap, AP alias Gagong segera ditangkap.

“Langsung saya laporkan. Karena saya merasa terancam. Saya berharap, polisi segera menangkap si Gagong ini. Jangan suka hatinya mengancam orang pakai pistol,” harapnya.

Kejadian pengancaman tersebut disaksikan oleh masyarakat ramai. Salahsatunya, Norhon Nainggolan (42) yang mengaku melihat langsung kejadian tersebut. Karena saat itu, dia dan Joni berboncengan mengejar AP. “Jarak saya dengan dia (Joni) sekitar 1 meter lebih saja. Karena, akunya yang membonceng dia,” kata Norhon.

Dia juga mengaku, telah diperiksa oleh pihak kepolisian bersama saksi lainnya. “Saya sudah diperiksa tadi. Sudah saya ceritakan kejadian yang sebenarnya,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Tapteng AKBP Sukamat yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Manduamas Iptu Suparjo didampingi Kasubag Humas Ipda Sinurat membenarkan kejadian tersebut dan mengaku masih terus melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi. “Masih kita proses. Dan saksi-saksi masih kita mintai keterangan,” kata Ipda Sinurat.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyebut senjata yang ditodongkan kepada Joni sejenis Air Softgun. (ts)

USI