News

Divonis 1 Tahun Penjara, Pangulu Non Aktif Bahapal Raya Belum Dipecat

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Meski telah divonis bersalah dengan hukuman 1 tahun penjara, Pangulu non aktif Bahapal Raya, Jan Nofri Saragih belum juga diberhentikan dari jabatannya.

Namun untuk melanjutkan roda kepemerintahan Nagori, Pemkab Simalungun menugas seorang ASN-nya untuk menjadi Penanggungjawab (PJ) di Kantor Pangulu tersebut.

Informasi beredar di masyarakat, bahwa pangulu terpidana, Jan Nofri Saragih saat ini dalam status cuti. Hal tersebut menjadi perbincangan di masyarakat, mempertanyakan peraturan yang terkait.

“Masa terpidana Pangulu boleh cuti, peraturan dari mana itu,” ucap warga di Kecamatan Raya itu.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Simalungun, Sarimuda Purba saat dikonfirmasi via seluluernya, Rabu (4/9/2019) sekira Pukul 13.40 WIB, menepis informasi tersebut.

“Surat vonisnya, sampai sekarang belum ada sama kami. Kalau pemberhentian belum ada, cuman kalau untuk pemerintahan Nagori itu tidak terhalang karena ada PJ, jadi status Nofri sekarang non aktif, kalau sudah ada sama kita surat keputusan kita berhentikan,” ujarnya.

Lanjut Sarimuda apabila putusan sudah inkrah, Maujana bisa melaksanakan Pemilihan Pangulu setelah mengusulkan kepada pihaknya.

“Jadi seandainya vonisnya sudah ada sama kita, putusannya sudah inkrah, berarti kalau diusulkan Maujana, Pemilihan Kepala Desa (Pangulu) bisa dilaksanakan disana,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis hakim Hadi Nasution vonis terdakwa Jan Nofri Saragih selama 1 tahun Penjara denda 500 juta di Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (1/8/2019). Vonis itu lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Augus Sinaga selama 1,5 tahun penjara.

Hadi Nasution menerangkan bahwa perbuatan Jan Nofri Saragih telah terbukti melanggar pasal 82 ayat 1Undang-Undang No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Jo pasal 55 ayat 1Ke 1 KUHP. (mag-05)