News

Ditolak Bersetubuh Kekasih Dibunuh

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Ari Saputra alias Putra Geleng (22) nekad menghabisi nyawa kekasihnya Novita Dewi (19) di semak-semak karena menolak berhubungan layaknya suami istri. Ironisnya, hasrat pelaku dilampiaskan dengan menyetubuhi korban yang sudah tidak bernyawa.

Hal ini terungkap dalam rekonstruksi yang digelar Polres Simalungun, Jumat (21/6/2019) yang diperankan langsung oleh pelaku. Ada 24 adegan yang diperagakan tersangka. Dari adegan awal hingga akhir terungkap, pembunuhan ternyata telah direncanakan pelaku.

Sebelum melancarkan aksinya, pelaku yang merupakan warga Huta I Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun menjemput korban dari tempat kerjanya di Rumah Makan Burung Goreng Beringin dengan mengendarai sepedamotor Honda Beat Nomor Polisi BK 2904 TBC, Jumat (17/5/2019) sore.

Pelaku yang masih empat bulan berteman dengan korban selanjutnya pergi membawa korban jalan-jalan ke arah Huta II Silinduk Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Awalnya pelaku sudah berniat buruk. Sepedamotor dibawa ke arah semak-semak di Huta II Silinduk dengan alasan hendak buang air besar.

Pelaku pun berpura-pura meninggalkan korban dan berjalan sekitar 30 meter. Beberapa saat kemudian pelaku kembali dan menemukan korban telah duduk di tembok irigasi di sekitar tempat kejadian yang berjarak sekitar 5 meter dari parkiran sepedamotor pelaku.

Pelaku tiba-tiba datang dan duduk di samping korban, kemudian memeluknya. Sembari memeluk, pelaku mengajak bersetubuh. Namun korban marah. Dengan tegas ia menolak. “Aku tidak mau. Aku mau pulang. Antarkan aku pulang,” kata korban kepada pelaku.

Penolakan tersebut ternyata membuat pelaku geram. Pelaku langsung berdiri dan memiting leher korban hingga meninggal dunia. Bukannya prihatin. Pelaku malah mengangkat tubuh korban ke arah semak-semak yang berjarak sekitar 15 meter dari tembok irigasi, lalu menyetubuhinya.

Usai beraksi, pelaku mengambil satu unit Handphone merk Samsung Galaxy warna hitam type J2 Prime milik korban yang terletak di dekat tembok irigasi dan pelaku kembali ke rumah dan bekerja seperti biasa.

Menurut Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Ruzi Gusman yang memimpin reka adegan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan termasuk untuk melihat bagaimana pelaku menghabisi nyawa korban.

Untuk ancaman pidananya tersangka dikenakan Pasal 340 Subs 338 atau 351 ayat 3 KUHP  tentang pembunuhan berencana dengan acaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau selama-lamanya 20 (dua puluh) tahun penjara. (pra/des)