News

Ditengah Isu People Power Perguruan Tinggi Pionir Penyejuk Bangsa

FaseBerita.ID – Peran dunia kampus dalam mengkampanyekan persatuan dan kesatuan sangatlah penting ditengah gejolak pasca pemilu 17 April 2019.

Isu people power yang rencananya digelar tanggal 22 Mie 2019 di depan kantor KPU RI ramai di tanggai penolakan dari berbagai daerah. Menyikapi hal tersebut perguruan tinggi diharapkan jadi pionir penyejuk kondisi bangsa yang tengah hangat jelang pengumuman pemilu.

Ada 87 rektor PTN seluruh Indonesia yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang menyatakan sikap terkait kondisi bangsa ini.

“Tujuan negara adalah melindungi tumpah darah tanah air dan warga negara kita, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut mewujudkan ketertiban dunia secara damai dan berkeadilan Kita ingin mengembalikan kepada tujuan negara itu sendiri. Artinya kalau kita semua sudah diingatkan kembali ke tujuan negara, maka tujuan negara bisa tercapai apabila menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa,” ucap Ketua MRPTNI Kadarsah Suryadi di Gedung Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (18/5/2019).

Dia menyatakan ajakan untuk menjaga keutuhan bangsa ini ditujukan bagi seluruh elemen masyarakat. Ajakan ini juga berkaitan dengan situasi bangsa menjelang pengumuman Pemilu.

“Tentu ada kaitannya, tapi yang lebih penting kita mengajak seluruh elemen bukan hanya dua belah pihak yang sedang berjalan, tapi semua elemen kita ajak menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan. jadi itu konsen kita,” ucapnya.

Kadarsah yang juga rektor ITB ini menuturkan pernyataan sikap dari kalangan rektor ini dinilai penting. Sebab, lingkungan kampus merupakan orang-orang berintelektual yang diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi ini ada dosen, tenaga kependidikan ada mahasiswa. Nah kita juga ingin menyejukan bangsa dan negara semua akan sejuk kalau kita mulai dari kampus. Kenapa karena kampus diisi kaum intelektual. Kampus harus menjadi contoh panutan bersama untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Kita dari kemarin sampai tadi malam dilanjut pagi koordinasi terus dengan teman-teman rektor perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia dan semua melihat modal bangsa ini adalah persatuan dan kesatuan,” katanya.

“Kampus ingin juga menjadi bagian elemen pionir panutan untuk menjadi pelopor dalam hal menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan,” kata Kadarsah menambahkan. (int)