News

Ditemukan Banyak Kecurangan, Warga Tiga Bolon Minta Kotak Suara Pilpanag Dibuka

SIDAMANIK, FaseBerita.ID – Ditemukan banyak kecurangan, warga Nagori Tiga Bolon meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Simalungun supaya membuka kotak suara dan dilakukan pemilihan ulang.

Keberatan tersebut diutarakan warga Tiga Bolon berinisial JN kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).

“Banyak kecurangan. Di antaranya tidak ada daftar hadir. Bahkan ada juga pemilih mengantongi surat undangan (C6) sampai pulang mencoblos,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut JN, ada juga warga yang tidak dikenal bisa mencoblos. Juga pemilih yang sudah merantau tetapi bisa diwakilkan, serta seorang di bawah umur, warga di luar nagori juga bisa memilih.

“Saya warga Tiga Bolon. Pasti kenal warga di sini. Tapi banyak warga tidak dikenal bisa memilih. Juga pemilih yang berada di perantauan bisa diwakilkan kepada adiknya. Ini temuan kita. Ada juga yang masih duduk di bangku SMP, orang Sarimatindang bisa memilih,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga masyarakat tidak mempunyai KTP tetapi bisa mencoblos.

“Pilpres dan Pileg lalu tidak ikut mencoblos karena KTP tidak ada. Kenapa di Pilpanag bisa? Inilah kecurangan itu,” sebutnya.

Pihaknya akan melakukan jalur hukum atas temuan-temuan kecurangan tersebut.

“Kami akan tuntut kecurangan ini. Ada beberapa hal yang bisa kami buktikan dan kami akan melalui jalur hukum,” tandasnya.

Sedangkan Jimmy Purba, keluarga Calon Pangulu nomor urut 4 mengatakan, awalnya Ketua Panitia telah mengumumkan pemenangnya adalah nomor urut 4 sesuai perolehan suara yang tertulis di papan kertas pleno sebanyak 521 suara. Sementara calon nomor urut 5 meraih 520 suara.

Namun tiba di rumah ada perubahan bahwa suara nomor urut 5 tambah satu menjadi 521. Sehingga perolehan suara nomor urut 4 dan 5 draw atau seri.

“Setelah penjumlahan perolehan suara, yang terbanyak adalah nomor 4 sebanyak 521. Dan nomor 5 sebanyak 520. Tapi kok bisa berubah,” ucapnya.

Menurut Jimmy Purba, Calon Pangulu nomor 4 sudah membuat surat tuntutan keberatan supaya kotak suara dibuka dan dihitung kembali. Tetapi sampai saat ini pihak DPMPN Simalungun tidak menanggapinya.

“Surat keberatan sudah dilayangkan ke DPMPN Simalungun tanggal 18 Juni yang lalu. Namun sampai hari ini tidak ada ditanggapi. Kotak suara tidak dibuka. Berarti kuat dugaan ada permainan,” sebutnya.

Jimmy memohon kepada DPMPN Simalungun agar bersikap adil dan harus menindaklanjuti keberatan calon sesuai Perbup No 10 tahun 2016.

“Demi menciptakan keadilan, mohonlah DPMPN menindaklanjuti surat keberatan kami. Jika memang hasilnya sesuai, kami tidak akan keberatan. Tapi kalau tidak ditanggapi, kami akan membuat surat keberatan ke PTUN,” pungkasnya.

Sementara Kepala DPMPN Simalungun Sarimuda Purba saat dikonfirmasi melalui selulernya, belum bersedia memberikan keterangan. Bahkan pesan singkat yang dikirimkan wartawan, tak kunjung dibalas yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan. (mag05/des)

iklan usi