News

Diskusi Publik Terbatas LSN: Butuh Sosok Pemimpin Ideal Untuk Siantar Bangkit dan Maju

SIANTAR, FaseBerita.ID– Lembaga Survei Nusantara (LSN) kembali menggelar diskusi publik terbatas membahas tema ‘Mencari Sosok Pemimpin Ideal Untuk Kota Siantar” di Jalan Arteleri Kelurahan Bukit Sofa Kecamatan Siantar Barat, Senin (3/5/2020).

Direktur Eksekutif LSN Humuntal Rajagukguk menjelaskan, di tengah pandemic covid-19 ini, masyarakat bersama pemerintah harus bersama-sama melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran. Tentunya jika harus keluar rumah, tetap melaksanakan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan.

“LSN juga dalam hal diskusi publik ini melakukan secara terbatas. Sembari kita memerangi covid-19, kita tetap harus memperbanyak diskusi soal sosok pemimpin masa depan,” katanya.

Dalam diskusi hadir nara sumber Ir Rudolf Hutabarat, seorang pemerhati dan mantan anggota DPRD Siantar, Ketua KNPI Kota Siantar Ilal Mahdi Nasution, Tokoh Pemuda dan Ketua AMPI Pardamean Sihombing, Marjo Situmorang sebagai penelis, serta perwakilan mahasiswa yang saat ini menimba ilmu di Universitas Simalungun (USI) dan Universitas Nommensen Kota Pematangsiantar.

Dalam diskusi terungkap, ada keinginan yang besar untuk memperoleh pemimpin yang benar-benar mampu mengusung dan mewujudkan program kerakyatan, mencerminkan keinginan masyarakat. Dapat bekerja sama dengan DPRD serta mampu membuat kebijakan yang tidak membuat pro dan kontra yang mengarah kepada konflik, seperti yang sering terjadi pada masa pemerintah walikota Siantar Hefriansyah.

“Ada keinginan Siantar ke depan dipimpin sosok yang benar-benar menguasai birokrasi, bijak dalam membina hubungan dengan DPRD dan tentunya yang mampu membuat terobosan-terobosan baru untuk pengembangan Kota Siantar,” kata Humuntal usai menggelar diskusi.

Hasil diskusi, lanjut Humuntal, dibutuhkan sosok yang mampu mewujudkan Siantar Bangkit dan Maju. Sosok yang benar-benar yang mampu dan dipercaya masyarakat menyelesaikan banyak persoalan yang terjadi di Kota Siantar.

Diantaranya penyelesaian eks HGU Tanjung Pinggir seluas 572 Ha, pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik yang masih mangkrak, pembangunan eks Terminal Sukadame yang belum tuntas, persoalan Pasar Modern PD PAUS di Jalan Melanthon dan banyak persoalan lain yang membutuhkan kemampuan manajerial Walikota mumpuni ke depan untuk menuntaskannya.(rel)

USI