News

Disebut Calon Kapolri Paling Senior, Inilah Profil Komjen Arief Sulistyanto

FaseBerita.ID – Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Komjen Arief Sulistyanto merupakan satu dari lima nama calon Kapolri yang diusulkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden Jokowi.

Arief Sulistyanto merupakan calon paling senior dari sisi angkatan di antara calon kapolri lainnya. Jenderal bintang tiga kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 24 Maret 1965 itu merupakan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1987.

Arief teman satu angkatan mantan Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian.

Arief berpengalaman di bidang reserse. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya. Jabatan paling prestisius di reserse yakni kepala Bareskrim Polri sempat dipegang Arief selama lima bulan dan lima hari.

Saat itu, Arief ditunjuk Kapolri Tito menggantikan Komjen Ari Dono Sukmanto, yang naik menjadi Wakapolri. Setelah lima bulan menjabat, Arief digantikan Idham Azis, yang kini menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara.

Saat ini, Arief menjabat Kalemdiklat Polri setelah melepas posisinya sebagai Kabareskrim.

Karier Arief dirintis dari bawah. Setelah lulus Akpol pada 1987, Arief mulai mengemban sejumlah jabatan penting. Bahkan, di awal kariernya ia sudah dipercaya di bidang reserse. Pada 1988, Arief menjabat Kanit Serse Polresta Surabaya Selatan, Polda Jawa Timur.

Setahun kemudian ia menjabat Wakasat Serse Polresta Surabaya Selatan Polda Jatim. Lantas, rentang 1990-1993, Arief menjabat Kasat Serse Polres Malang, Polres Sidoarjo, dan Polres Pasuruan, Polda Jatim. Pada 1996, Arief dipercaya menjadi Kapolsek Bekasi, Polres Bekasi, Polda Metro Jaya. Setahun kemudian ia menjabat Kapolsek Metro Pasar Minggu, Polres Jaksel, Polda Metro Jaya.

Pada 1999, Arief pernah menjabat sebagai sespri Kapolri era Roesmanhadi. Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Spri Wakapolri. Kariernya pun terus menanjak. Arief dipercaya menjadi Kapolres Indragiri Hilir, Polda Riau, Kapolres Tanjung Pinang Polda Riau. Lantas ia dipercaya pula menjabat Kanit II Dit II/Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

Tidak hanya sampai di situ, Arief sempat menjadi Koorspripim Polri pada 2009. Setahun kemudian, dia menjabat Direktur II/ Eksus Bareskrim Polri. Kariernya terus menanjak.

Dia menjabat sebagai Dirtipideksus Bareskrim Polri 2010. Jabatan ini membuat Arief menyandang pangkat brigadir jenderal (brigjen). Lantas, empat tahun kemudian, Arief pun memegang jabatan pertamanya sebagai Kapolda. Ia dipercaya menjadi Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar). Ini adalah satu-satunya jabatan Kapolda yang pernah diemban Arief Sulistyanto.

Selama dua tahun Arief memimpin Polda Kalbar. Pada 2016, Arief dipindah ke jabatan Sahlijemen Kapolri. Dia pun naik bintang dua atau inspektur jenderal (irjen). Kemudian, Arief dipercaya pula menjabat Asisten SDM Kapolri. Pada 2018, Arief pun menyandang jabatan paling prestisius di reserse. Dia dipercaya sebagai Kabareskrim Polri. Arief pun naik menjadi jenderal bintang tiga atau komjen.

Setelah dari Kabareskrim di menjabat Kalemdiklat Polri menggantikan Komjen Unggung Cahyono. Sebelumnya Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mahfud MD mengaku sudah menyetor lima nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang pensiun Februari 2021 kepada Presiden Jokowi. Lima nama itu adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (Akpol 1988A), Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (Akpol 1988A), Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (Akpol 1991), Kepala Lemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto (Akpol 1987), dan Kabaharkam Komjen Agus Andrianto (Akpol 1989). (jpnn/fabe)