News

Disebut Balon Bupati, Deni Sartika Merasa Tersanjung

FaseBerita.ID – Deni Sartika (41), Ketua Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Kabupaten Simalungun Periode 2016-2021, terkejut saat dirinya disebut sebagai salah satu bakal calon pontensial untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Simalungun tahun 2020.

“Terus terang saya merasa bangga jika ada mungkin beberapa orang yang menganggap kita pantas untuk menjadi bakal calon kepala daerah. Tapi saya tahu diri untuk itu, dibutuhkan sosok yang benar-benar dikenal dan mengenal masyarakat di Simalungun,” kata wanita yang saat ini menjabat Ketua Pokja Penyuluhan Agama Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Simalungun ini, Senin (1/7/2019).

Wanita berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) ini, bermitra dengan 10 penyuluh berstatus ASN dan 243 penyuluh berstatus honor di Kemenang Simalungun yang tersebar dan bertugas di nagori-nagori yang ada di Kabupaten Simalungun.

Lulusan UISU Pematangsiantar (S1) dan UISU Medan (S2) ini, mengaku sejak mahasiswa sudah aktif berorganisasi yakni di Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Kemudian dilanjutkan ke Forum Alumni HMI Wati (Forhati) yang merupakan bagian dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Lulus kuliah S1 tahun 2000, Deni mengaku tidak langsung diterima menjadi ASN di Kemenag. Dirinya baru diterima menjadi ASN tahun 2005, saat sudah memiliki anak dua. Deni merupakan ibu tiga anak laki-laki. Yang sulung sudah lulus SMA dan yang bungsu naik kelas IV SD.

“Awalnya suami tidak setuju. Karena suami juga lumayan sibuk mengurus bisnis saat itu. Inginnya fokus mengurusi rumah tangga. Namun dengan beberapa alasan saya, akhirnya Bapak setuju,” kata istri Sugiarto, Anggota DPRD Simalungun dari Partai Golkar dari daerah pemilihan V ini.

Sebagai orang pergerakan sejak mahasiswa, Deni mengaku tidak nyaman hanya di rumah sebagai ibu rumah tangga. Menjadi Penyuluh Agama, dirinya harus langsung turun langsung ke masyarakat. Banyak ragam latar belakang sosial yang ditemui, menyampaikan penyuluhan juga harus memiliki cara tersendiri. Soal medan lokasi di Simalungun, juga menjadi tantangan tersendiri.

“Khusus untuk Kecamatan Tanah Jawa, Hatonduhan dan Raya merupakan wilayah tugas saya sendiri. Para penyuluh yang ada dibagi tugas juga. Kordinasinya langsung ke kita,” katanya.

Saat ini Deni, sedang sibuk membantuk Perwiridan Akbar Istiqomah (Perwis) di Kabupaten Simalungun. Ditargetkan tahun 2019 berdiri Perwis di 18 Kecamatan. Saat ini sudah berdiri di 5 kecamatan.

“Soal balon kepala daerah atau wakil, itu masih membutuhkan pemikiran yang lebih matang kelak. Saya masih lebih fokus bekerja dan terus mengembangkan talenta, memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Selanjutnya nanti terserah,” pungkas wanita yang beralamat di Simpang Tangsi, Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa ini. (esa)