News

Dipo Star Finance dan BRI Digugat Ke PN Sibuhuan: Kuasa Tergugat Ditolak

FaseBerita.ID – Sidang gugatan terhadap perusahaan Dipo Star Finance dan BRI di Pengadilan Negeri Sibuhuan sudah masuk sidang kedua, Selasa (1/12) kemarin. Dalam persidangan kedua itu, kuasa PT Dipo Star ditolak penggugat.

Martua Gading Habonaran Daulay membeberkan alasan ditolaknya kuasa perusahaan leasing ini. Menurut Ketua Peradi Padang Lawas Raya ini, legalitas kuasa tidak lengkap.

Tidak saja Dipo cabang Sidimpuan, Dipo Pusat selaku tergugat III dan BRI Pusat (tergugat IV) juga ditolak. Yakni dengan alasan legalitas yang tidak lengkap.

“Dipo Star Finance Cabang Padangsidimpuan (tergugat I), Dipo pusat dan BRI pusat kita tolak karena legalitas kuasa tidak lengkap. Hanya BRI cabang Sibuhuan yang dianggap hadir dalam persidangan. Dan itu pun berganti ganti kuasa,” sebut ketua Peradi Padang Lawas Raya yang akrab disapa Gading ini.

Baca sebelumnya: Rugikan Nasabah Ratusan Juta, BRI dan PT Dipo Star Finance Digugat ke Pengadilan

Direncanakan persidangan akan dilanjutkan pada 17 Desember mendatang. Pada persidangan lanjutan itu, para tergugat itu akan kembali dipanggil memenuhi persidangan.

“Kita berharap pihak tergugat baik dari dipo star finance maupun BRI harua proaktif dan taat hukum acara perdata,” tegas Gading.

Sementara Ketua Panitera Pengadilan Negeri Sibuhuan Aristo Prima membenarkan kuasa tergugat I, III, dan IV ditolak. Yakni dengan alasan tidak memenuhi legalitas yang lengkap. “Ya, akan dipanggil lagi untuk sidang selanjutnya (17 Desember ini),” ketus Aristo Prima.

Sebelumnya diberitakan Kepala Bank BRI cabang Sibuhuan dan kepala cabang PT Dipo Star Finance Padangsidimpuan digugat ke Pengadilan Negeri Sibuhuan Padang Lawas. Dan Senin, (16/11) kemarin sidang perdana digelar.

Sayang, kedua tergugat ini tidak hadir dalam persidangan. Hanya kepala Bank BRI cabang Sibubuan yang datang diwakili staf.

Selain kepala Bank BRI Sibuhuan dan Kepala Cabang PT Dipo Star Finance Padangsidimpuan, penggugat Donni Parlindungan Nasution juga menggugat kedua Dirut (Pimpinan pusat, red) yang bersangkutan. Gugatan ini didasari transaksi penarikanan uang (auto debet) dari tabungan penggugat. Selaku nasabah Bank BRI dan juga PT Dipo Star Finance.

Penarikan secara sepihak itu terjadi 7 Oktober 2020. Tanpa diketahui penggugat, tiba tiba menerima SMS Banking hingga 6 kali transaksi diwaktu yang sama, dalam beberapa detik.

Total kerugian penggugat berkisar Rp166.800.000. Yakni dari Rp27.800.000 auto debet yang ditarik PT Dipo Star Finance melalui rekening Bank BRI.

Merasa ada yang janggal, penggugat langsung berinisiatif. Memindahkan sisa uang ke rekening lainnya.

“Jika tidak, bisa jadi habis semua ditarik uang saya itu,” jelas Donni Parlindungan Nasution, selaku penggugat.

Sempat persoalan ini dipertanyakan ke pimpinan PT Bank BRI cabang Sibuhuan. Namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan nasabah.

Menurut penggugat, Bank BRI tidak bisa melindungi data nasabahnya. Hingga persoalan ini diangkat dan diajukan ke pengadilan negeri padang lawas.

Bahkan, juga sempat ditanyakan ke PT Dipo Star Finance cabang Padangsidimpuan. Jawaban tak memuaskan juga disebutkan, bahwa penarikan auto debit itu dilakukan pusat.

Sementara Martua Gading Habonaran Daulay selaku kuasa hukum penggugat menyebutkan pihak BRI dan Dipo Star Finance ini dianggap tidak ada iktikad baik. Hingga perkara ini diajukan ke pengadilan negeri sibuhuan.

“Ini jelas melawan hukum, karena BRI dan Dipo Star Finance tidak ada iktikad baik,” kata Ketua Peradi Padang Lawas Raya ini.

Sedang Kepala Cabang BRI Sibuhuan Heldin Suranta Tarigan yang dikonfirmasi, Selasa (17/11) mengaku tidak menahu perihal auto debet tersebut. Menurutnya, itu kesepakatan nasabah dengan Dipo Star Finance. Bahkan auto debit ini terjadi melalui pusat.

“Dan memang kebetulan pak Donni nya nasabah kita (BRI cabang Sibuhuan). Kalau hal itu, mereka yang lebih tahu, antara nasabah dengan Dipo nya,” tukas Heldin. (tan/fabe)

USI