News

Dinyatakan Sehat, Orangutan Tapanuli Dikembalikan ke Hutan

FaseBerita.ID – Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan bersama Tim HOCRU-OIC, Senin (23/11) melepasliarkan Orangutan Tapanuli di Kawasan Cagar Alam Dolok Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Pongo Tapanuliensis berusia 35 Tahun itu sebelumnya sempat memasuki kawasan permukiman di Desa Marsada, Kecamatan Sipirok.

Kepala Balai Besar KSDA Sumut melalui humas, Andoko Hidayat menerangkan, Orangutan dengan rambut kemerah-merahan itu, sehari sebelumnya dievakuasi dari Dusun Padang Bulan, Desa Marsada. Karena menurut informasi dari warga, telah memasuki dan berada di pemukiman selama empat hari, berkisar hari Kamis (19/11) pekan lalu.

Pada Minggu, (22/11) kemarin, BKSDA bekerjasama dengan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari (YOSL)-Orangutan Information Center (OIC), bergerak ke lokasi untuk memastikan informasi yang disampaikan masyarakat. Dan setelah mendapat hasil pengamatan dan pengecekan, tim kemudian memutuskan untuk melakukan evakuasi dengan cara menembak bius, mengingat lokasi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penggiringan, sebab jauh dari kawasan hutan.

“Setelah OU berhasil berhasil dievakuasi, segera dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh drh Epi dari OIC. Dan dari hasil pemeriksaan diketahui hewan primata ini diperkirakan berumur 35 tahun, dengan berat 63 kilogram, kondisi sehat dan layak untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” katanya dalam rilis yang diterima, Selasa (24/11).

Orangutan (OU) Tapanuli (Pongo tapanuliensis) termasuk satwa liar dilindungi sesuai Peraturan Permerintah No. 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi, sedangkan menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (Critically endangered).

Orangutan Tapanuli merupakan spesies kera besar yang hanya ditemukan di hutan Tapanuli yang termasuk dalam wilayah tiga kabupaten (Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara). Sebagian besar populasi Orangutan Tapanuli tersebar di Blok Batang Toru Barat dan Batang Toru Timur, serta terdapat beberapa populasi kecil yang ditemukan di Cagar Alam Dolok Sipirok, Suaka Alam Lubuk Raya dan Cagar Alam Dolok Sibual-buali (Utami-Atmoko dkk, 2017).

Menurut KLHK (2019) Populasi Orangutan Tapanuli di wilayah Batang Toru Barat saat ini berjumlah 400 sampai 600 individu termasuk di Suaka Alam Lubuk Raya dan Cagar Alam Dolok Sibual-buali yang terpisah dari wilayah Blok Barat, diperkirakan populasinya kurang dari 50 individu. Sedangkan Batang Toru Timur berjumlah sekitar 150-160 individu. Lebih lanjut bahwa populasi Orangutan Tapanuli di Batang Toru adalah 577-760 individu.

Pasca pelepasliaran, Orangutan akan selalu dalam monitoring tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk memastikan tetap berada di habitatnya. (san)