News

Dinkes Surabaya Tanggung Biaya Tes Swab Covid-19

FaseBerita.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menanggung biaya pemeriksaan tes swab Covid-19 di Rumah Sakit Unair (RSUA) bagi warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Surabaya yang termasuk orang dalam pemantauan (ODP). ODP yang dimaksud adalah pernah pergi ke negara terjangkit atau pernah kontak dengan orang terjangkit serta memiliki gejala awal namun tidak terindikasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, tes swab itu merupakan salah satu tahap pemeriksaan untuk mendeteksi kandungan dalam spesimen lendir pasien sebelum ODP dinyatakan PDP (pasien dalam pemantauan) atau diagnosa positif Covid-19.

Namun, bagi ODP yang tidak ada gejala dan ingin periksa mandiri ke RSUA, biaya tes swab ditanggung sendiri.

Febria mengimbau kepada masyarakat agar sebelumnya bisa melakukan konsultasi dan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat sebelum tes swab ke RSUA.

”Jadi kalau ODP tidak ada gejala seperti Covid-19 dan periksa sendiri (swab), biaya ditanggung sendiri,” kata Febria.

Menurut Febria, pemeriksaan awal dan pelayanan bagi ODP di rumah sakit manapun juga bisa di-cover menggunakan biaya BPJS.

Sebab, BPJS juga menanggung biaya pemeriksaan untuk ODP dengan gejala seperti Covid-19. Tetapi, jika ODP sudah dinyatakan PDP atau diagnosa positif Covid-19, biaya perawatan selanjutnya ditanggung pemerintah pusat.

”Yang tidak bisa dibayar BPJS adalah yang sudah diagnosa positif Covid-19. Sedangkan pemkot membayar tes swab-nya bagi ODP dengan gejala Covid-19 sebesar Rp 1.560.000,” ujar Febria.

Oleh karena itu, Febria menyampaikan bagi ODP dengan gejala maupun non-gejala Covid-19, agar dapat melakukan pemeriksaan awal menggunakan fasilitas BPJS. Tetapi jika pasien tersebut statusnya menjadi PDP atau terindikasi, seluruh biaya akan di-cover pemerintah pusat. ”Jadi supaya tidak ada pembayaran ganda dengan pemerintah pusat, pemkot membayar bagian swab-nya,” kata Febria.

Febria juga menegaskan bagi warga Surabaya yang merasa tidak pernah bepergian ke negara terjangkit ataupun kontak dengan orang terjangkit, kemudian ingin melakukan tes swab ke RSUA, dipastikan mereka membayar secara mandiri. ”Biasanya, karena kecemasan masyarakat, dia ingin periksa sendiri, sehingga ya harus bayar sendiri,” ucap Febria.

Hingga saat ini, kata Febria, terhitung sekitar 50 pasien yang sudah melakukan tes swab di RSUA. Mereka terdiri atas 48 warga Surabaya dan dua pasien dari luar kota. Bagi ODP yang tidak punya gejala seperti Covid-19, dapat mengisolasi secara mandiri.

Pemkot Surabaya sudah menyiapkan fasilitas khusus untuk menangani pencegahan wabah tersebut bernama Pojok Konsultasi Penanganan dan Pencegahan Covid-19. Fasilitas tersebut, terletak di semua titik Puskesmas se-Surabaya. ”Di sana warga bisa lebih dulu konsultasi. Supaya tidak berbondong-bondong ke RSUA,” terang Febria.(jp)

USI