News

Dilaporkan Pasal Penghinaan Lewat Facebook, Sany Oloan Minta Maaf

SIBOLGA, FaseBerita.ID-Sany Oloan, dilaporkan ke Polres Sibolga, karena telah membuat postingan di akun facebooknya yang menghina suku Nias, Jumat (26/3). Sesuai dengan Laporan Polisi: LP/101/III/2021/SU/Res SBG tanggal 26 Maret 2021. Sany kemudian meminta maaf dan mengakui kesalahannya setelah beberapa kali diperiksa oleh penyidik Polres Sibolga.

Pengakuan dan permohonan maafnya sampaikan saat mediasi di Polres Sibolga, Rabu (21/4).
Mediasi dipimpin oleh Penyidik, Ipda Pasma Pasaribu SE MM didampingi Aiptu JB Napitupulu bersama Kepala Lingkungan II Sutrisno Harahap.

Selain tersangka dan Keluarganya, hadir pula pihak Pelapor Marlis Zega (37), Rikawati Bugis (35), yang sebelumnya terlibat pertikaiaan dengan Sany.
Kemudian, tokoh masyakat, Ketua Lembaga Kamtibmas Indonesia DPC Kota Sibolga sekaligus yang mewakili Masyarakat Nias, Yasiduhu Zendrato.

“Saya mengakui memang ada postingan yang mungkin membuat saudara saudara saya tersinggung. Tetapi postingan itu bukan niat saya untuk menghina orang Nias. Karena memang saya sendiri pun orang Nias Suku Nias. Ayah saya orang Nias. Jadi saya berani sumpah ini bukan untuk orang Nias. Dan saya minta maaf kepada Saudari saya Marlis Zega karena postingan itu saya alamatkan ke Dia. Dan saya mengaku salah saya minta maaf. Begitu juga kepada saudara saya Rikawati Bugis, saya minta maaf kalau dalam postingan saya ada yang menyinggung perasaan Dek Rika, saya mengaku salah dan saya khilaf,” kata Sany.

Menanggapi pernyataan Sany, Yasiduhu Zendrato mengucapkan terimakasih banyak kepada pihak Polres Kota Sibolga yang telah memediasi kasus tersebut hingga selesai.

“Kita bersyukur, kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan pihak terlapor sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Saya berharap pertikaian kedua belah pihak cukup sampai disini. Mengenai postingan, saya minta kedua belah pihak menjaga jari jarinya, agar tidak sembarang lagi membuat postingan dan juga tidak lagi menjadikan suku sebagai alat untuk saling menghina,” kata Yasiduhu.(ril/ts/fabe)