News

Dihantam Puting Beliung: Parabola Rusak, Atap Rumah Terbang

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Hujan deras disertai angin puting beliung merusakkan rumah warga di Huta Siloting, Nagori Raya Bayu, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Minggu (21/7/2019) sekira pukul 13.30 WIB.

Satu unit rumah milik Jinarto Saragih Garingging (40) rusak parah. Dalam sekejap, atap rumah terbang dan menyisakan rangkanya. Bahkan saking kencangnya, angin tampak jelas berputar-putar menerbangkan semua seng rumah Jinarto yang berada jauh dari pemukiman warga. Beruntung Jinarto yang ketepatan sendiri di rumah tidak mengalami apa-apa. Namun dia masih trauma.

Warga sekitar, Rospita br Purba (43) dan Lena Siahaan (37) ditemui wartawan di rumah yang terkena angin puting beliung tersebut, Senin (22/7/2019) mengatakan, Jinarto Garingging bersama istrinya Rumika br Purba sedang mengungsi ke rumah keluarga.

“Karena masih trauma, Jinarto sama istrinya lagi mengungsi ke rumah keluarganya. Di sana banyak keluarga berkumpul untuk menyemangati mereka,” ujar Rospita.

Sementara Jinarto Saragih Garingging didampingi istrinya saat ditemui di rumah keluarganya, sekira 1 Km dari tempat kejadian, masih terlihat shock (trauma).

“Kejadiannya hanya sekejap saja. Tidak ada satu menit. Aku pas lagi makan di rumah. Kudengar seperti aneh suara angin berdesir,” ucapnya.

Saat kejadian, Jinarto hanya sendirian di rumah. Sementara istrinya berada di rumah orangtuanya di Parbatuan, Kecamatan Panei.

Sebelum angin kencang, hujan turun bercampur es disertai petir. Namun tiba-tiba angin kencang lalu menggulung atap rumah miliknya.

“Semalam aku jemur jagung di halaman rumah. Lalu sekira pukul 13.20 WIB, aku melihat cuaca sudah mendung. Kemudian kututupi jagung dengan tenda berbentuk kemah. Setelah itu aku masuk ke rumah menutup pintu dan makan dalam rumah,” ujarnya.

Saat ia makan, tiba-tiba ia mendengar suara aneh di atas atap. Seolah atap rumahnya dilempari pasir atau garam. Karena penasaran, ia mengintip ke luar melalui jendela kaca nako dan melihat angin begitu kencang berputar, bahkan membuka terpal penutup jagung.

Jinarto kemudian membuka pintu, berjalan menuju teras rumah untuk membagusi terpal jagung. Namun dalam sekejap atap rumah serta semua seng langsung terangkat terbang melewati tiang listrik depan rumahnya atau sekitar 10 meter.

“Kulihat terpal jagung mau terbang. Aku keluar menahan terpal itu. Tapi talinya putus. Aku semakin takut lalu berondok di teras rumah. Sekira 30 detik lagi atap rumah sudah terbang melewati tiang listrik,” bebernya.

Kemudian Jinarto mengengkol keretanya untuk meminta pertolongan dan memberitahukan kepada warga.

Mendengar cerita itu, warga kemudian ramai-ramai ke lokasi dan melakukan gotong royong merapikan puing-puing rumah yang baru sebulan dibangun itu.

Jinarto Garingging mengalkulasikan kerugian yang dialami berkisar Rp10 juta.

“Semalam aparat Nagori sudah datang ke rumahku bersama masyarakat melihat kondisi rumah. Tafsiran sementara kerugian berkisar Rp10 juta. Rumah itu baru sebulan dibangun. Tapi atap sama parabola sudah rusak,” tandasnya sedih. (Mag05/des)

iklan usi