News

Dihamili Pacar Hingga Hamil 2 Bulan, Namun Akhirnya Keguguran

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Tidak terima dipermainkan pacar, SI (19) warga Binjai Baru, Kabupaten Batubara terpaksa mendatangi Polres Simalungun untuk melaporkan perbuatan pacarnya ES (20) warga Kampung Lalang, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Selasa (6/8/2019) sekira pukul 16.00 WIB.

Ibarat pepatah, habis manis sepah dibuang. Itulah yang dialami korban SI yang telah disetubuhi oleh pelaku seorang karyawan PT Musimas Belawan itu sebanyak 5 kali hingga korban hamil 2 bulan.

Hal ini diketahui, saat awak media ini konfirmasi kepada korban SI didampingi keluarganya usai dari SPKT Polres Simalungun.

SI menceritakan bahwa kejadiannya di rumah pelaku sendiri, awalnya Selasa (4/12/2018) dan terakhir Selasa (1/1/2019) pas tahun baru, waktu itu orangtua pelaku sedang pergi, korban dibawa kerumahnya.

Awalnya, korban menolak permintaan pelaku untuk berhubungan intim layaknya suami-istri, namun pelaku membujuk korban dengan berjanji akan bertanggungjawab dan tidak bakal meninggalkan korban begitu saja.

Begitu cintanya dan merasa percaya atas omongan manis pelaku hingga korban merelakan perawannya direnggut oleh Eko Siswanto yang telah menjalin pacaran selama 1 tahun 1 bulan itu.

Berhasil menodai kesucian korban, ES malah ketagihan menyetubuhi korban hingga 5 kali dalam satu bulan di rumah ES sendiri.

“Kami sudah pacaran 1 tahun, 1bulan sejak kami satu sekolah di Sungai Jangkar, Kisaran, sudah 5 kali dia buat dirumahnya sendiri, sampai aku hamil 2 bulan, tapi kandungannya jatuh,”sebutnya.

Lanjut SI merasa sakit hati atas perbuatan Eko Siswanto telah mengingkar janji, dan tak bertanggungjawab bahkan meninggalkan korban begitu saja.

“Dia nggak mau bertanggungjawab, nggak ada respon baik, ngomongnya hanya janji palsu karena dulu dia bilang mau menanggungjawabi saya, nggak bakalin ninggalin aku begitu saja tapi setelah dia bekerja di Perusahaan, dia nggak mau menanggungjawabi saya bahkan ninggalin aku begitu aja,” kesalnya.

HY abang kandung SI kepada awak media ini mengatakan merasa tidak terima atas perbuatan ES karena telah menyepelekan keluarganya.

“Kalau saya sebagai abangnya, nggak terima, memang kami keberatan seolah-olah kami ini orang susah mau disepelekan sama dia,” ucapnya diamini keluarganya.

Petugas Unit PPA Polres Simalungun marga Gultom saat konsultasi dengan pihak korban diruang SPKT Polres Simalungun, menjelaskan bahwa pengaduan korban kadaluarsa.

“Masalah perkara belum dewasa ini ada ditentukan disitu masalah tenggang waktu untuk membuat pengaduan jadi di pasal 293 KUHP waktu masa tenggang untuk membuat pengaduan adalah paling lama 6 bulan setelah kejadian itu,” jelasnya. (Mag05)