News

Diduga Terlibat Peredaran Narkoba di Psp dan Tapsel, Sejumlah Oknum Polisi Diboyong ke Poldasu

FaseBerita.ID – Ada sejumlah anggota polisi dari Polres Kota Padangsidimpuan diboyong ke Markas Polda Sumatera Utara (Poldasu). Mereka dibawa usai pengembangan penyelidikan peredaran narkoba pada Sabtu (7/3) di Jalan Alboin Hutabarat, Gang Dame, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, yang dipimpin langsung Direktur Res Narkoba Poldasu Kombes Pol Robert Da Costa.

Anggota polisi yang diboyong itu diduga terlibat kongkalikong dengan bandar dalam pengamanan atau turut serta membantu jalannya peredaran. Namun sampai saat ini jumlah pasti dan siapa saja mereka, para oknum yang terlibat belum diketahui. Sebab masih dalam pemeriksaan Propam Polda Sumut.

Merunut perjalanan pengembangan ini dari berita sebelumnya. Pada Kamis 27 Februari lalu, Polres Tapanuli Selatan melalui tim Huraba Anti Bandit melakukan penyisiran di Kampung Darek dan mengamankan sebanyak 12 orang yang diduga terlibat narkotika ini. Dari mereka diamankan barang bukti berupa ganja sebanyak 1.021 amp dan jenis sabu seberat 31,90 gram.

Tak cukup sampai di sini, malam harinya, tepatnya pada Jumat dini hari 28 Februari, tim gabungan andalan Polres Tapsel ini juga mengamankan ganja siap edar sebanyak 160 bal setara 160 kilogram, tak bertuan. Di lokasi kebun warga, juga berada di Kampung Darek.

Seperti tak mau ketinggalan. Sejumlah anggota tim Patmorsus Polres Kota Padangsidimpuan juga mengamankan ganja sebanyak 19 karung di area perkebunan PTPN III Desa Tarutung Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, di hari yang sama Jumat 28 Februari, tepatnya malam sekitar pukul 20.30 Wib. Beratnya diklaim mencapai 350 Kilogram. Juga tak bertuan.

Pada Sabtu 29 Februari, seremoni serah terima jabatan Kapolres Kota Padangsidimpuan dan kini dipegang AKBP Juliani Prahartini, setelah AKBP Hilman Wijaya ditugaskan di Mapolda. Juliani selanjutnya melakukan silaturahmi ke Markas Polres Tapsel dan bertemu langsung dengan AKBP Irwa Zaini Adib.

Polres Kota Padangsidimpuan kemudian melalukan rilis pers pada Senin 2 Maret, terkait ganja yang 327 Kilogram yang sebelumnya diamankan itu, dipimpin oleh Waka Polres Kompol Kompol Matnur Dalimunthe, Kasubbag Humas Iptu Maria Marpaung, Kasat Res Narkoba saat itu AKP CJ Panjaitan dan sejumlah polisi yang ikut mengamankan temuan ganja tersebut.

Sabtu 7 Maret dini hari, sekira pukul 04.00 Wib, Tim Huraba Anti Bandit kembali turun ke Kampung Darek, dan mengamankan EAR (44) alias Gaya, dengan barang bukti ganja sebanyak satu amp dan plastik berisi batang bekas ganja yang telah dipipil. Dari Gaya kemudian diketahui masih banyak ganja yang disimpan dalam rumah MSP (33).

Di rumah MSP ditemukan ganja yang disimpan dalam kotak rokok berisi 27 bal yang diikat dengan lakban. Dalam ember plastik berisi 30 bal, dalam kotak bumbu masakan berisi 591 amp, dalam kotak makanan ringan berisi 644 amp, dan dalam kotak rokok lain berisi 1681 amp, dalam kotak rokok lain berisi 1.130 amp, dan kota lain berisi 803 amp. Di sini, dalam rumah MSP, polisi juga mengamankan ganja yang belum dipaket dan telah terurai, di bungkusan plastik dan karung goni.

Kepada polisi, MSP kemudian mengaku bahwa semua ganja itu milik Ptm, seorang warga Kampung Teleng, Kecamatan Padangsidimpuan Utara yang sekarang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dari Gaya, ia juga mengungkapkan, bahwa sisa ganja yang disita darinya milik M (DPO), dan pada Jumat siang 28 Februari kemarin, sebanyak 240 Kilogram ganja dalam rumah Gaya telah ‘dibuang’ melalui lima pria yang diperintahkan oleh M. Dengan menggunakan mobil Terrios dan Honda Jazz.

Lima pria yang dimaksud ini diduga merupakan termasuk oknum polisi yang sekarang telah ditahan Propam Poldasu. Dan hari yang sama ketika ganja ini dibuang, bertepatan polisi mengamankan temuan ganja di Tarutung Baru.

Sabtu 7 Maret pada sore hari, kali ini penyisiran Kampung Darek dipimpin langsung Kombes Robert Da Costa, dan mengamankan tujuh pria. Salah satu di antaranya ada anak yang masih di bawah umur.

Di sini, tim gabungan Poldasu, Brimbob Yon C Poldasu, Kodim 0212/TS, Polres Tapsel dan Polres Kota Padangsidimpuan juga melakukan pembersihan gubuk-gubuk yang disinyalir dijadikan sebagai tempat menggunakan berbagai jenis narkoba.

Sementara itu, Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Juliani Prahartini membenarkan sejumlah oknum anggota yang telah diamankan dan diperiksa di Propam Poldasu. Namun, ia belum memastikan dalam keterlibatan serta peranan oknum anggota polisi itu, dalam hal ini. “Untuk perannya belum tahu. Kita tunggu hasil pemeriksaan,” kata polisi wanita pertama yang menjabat Kapolres di Padangsidimpuan ini. (san)