News

Diduga Cemarkan Nama Baik, Caleg Terpilih Polisikan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Caleg terpilih, Ucok Alatas Siagian (UAS) warga Parbutaran, Kecamatan Bosar Maligas melaporkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Simalungun Mansur Panggabean ke Polres Simalungun atas kasus fitnah dan pencemaran nama baik, Jumat (2/8/2019).

Pantauan wartawan, Caleg terpilih dari Partai Nasdem Dapil 4 ini didampingi temannya Bonar Panjaitan memasuki ruang SPKT Polres Simalungun. Selanjutnya surat pengaduan diterima pegawai Kasi Umum (Kasium) Polres Simalungun D Silalahi.

“Saya tidak terima dan keberatan. Saya difitnah. Saya dibilang telah menelantarkan anak. Bahkan saya telah dilaporkan Ketua LPA Simalungun Mansur Panggabean ke DPP Partai Nasdem, dengan alasan yang saya sebutkan tadi,” kata Ucok.

Menurutnya, selama ini hubungan dia dengan kedua istrinya baik-baik saja. Demikian juga terhadap anak-anaknya, baik dari istri pertama maupun istri kedua. Bahkan ia mengaku istri pertamanya mengizinkannya menikah dengan istri kedua.

“Dari istri pertamaku anakku empat orang. Dari istri kedua satu. Sekarang sudah berumur 7 tahun. Saya tegaskan, saya tidak ada menelantarkan anak-anakku. Kami sudah menikah secara agama dan selama ini tidak ada keributan antara keluarga saya dan istri saya yang pertama maupun kedua,” terangnya.

“Selama ini sudah saya diamkan, tapi semakin menjadi-jadi. Saya dianggap tidak bertanggungjawab dan menelantarkan anak. Yang jadi masalah nanti sama anakku bisa terganggu kejiwaannya. Saya mau nama baikku bersih. Makanya saya laporkan yang memfitnah dan mencermarkan namaku,” ujarnya.

Pelaporan ini dibenarkan pegawai Kasi Umum (Kasium) Polres Simalungun D Silalahi. Ia mengatakan, surat laporan yang diserahkan UAS akan disampaikan kepada pimpinanya Kasi Umum Polres Simalungun Aiptu H Siahaan untuk ditindaklanjuti sesuai undang-undang.

“Surat laporan ini akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindak lanjuti sesuai undang-undang,” ujarnya singkat.

Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Simalungun Mansur Panggabean saat dikonfirmasi via selulernya, mengatakan bahwa membuat pengaduan itu sah-sah aja.

“Kalau dia membuat pengaduan kepada Polisi, sah-sah saja sebagai warga negara yang baik dan kita hidup di negara hukum. Kalau kita nanti dipanggil oleh Polisi ya kita jawab,” katanya.

Mansur mengatakan, UAS diduga belum melakukan pernikahan dengan istri keduanya. Bahkan hal itu sudah ia pertanyakan kepada orang kampung dan orang kampung membenarkan kalau UAS belum ada menyelenggarakan pernikahan dengan istri keduanya.

“Masyarakat sana pun tidak ada mendengar dia ada menyelenggarakan pernikahan di sana. Jadi fitnah di mananya? Soal penelantaran anak dimaksud, status anaknya nanti contoh kalau dia mengurus akta lahir kan harus ada surat nikah. Harus dibuktikan dulu baru keluar akta lahir. Itu kan penelantaran namanya,” jelasnya.

Lebih jauh Mansur menerangkan, artinya hak-hak anak tidak bisa ditunaikan, pihaknya sebagai lembaga melindungi hak anak.

“Tidak ada kita fitnah. Apa yang mau kita fitnah di situ. Artinya kita lembaga ngapain harus memfitnah. Kita kan melindungi hak anak. Kita mau mendampingi hak anak mau menunaikan hak dia. Jadi apa yang mau kita fitnah,” pungkasnya. (Mag05/des)