News

Didorong Anak Kos, Terguling di Tangga Lalu Dibekap Bantal

Rekonstruksi Pembunuhan Istri Mantan Sekda Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID-Rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan istri mantan Sekda Pematangsiantar, Riamsa br Nainggolan (72) oleh Rohayani br Purba alias Gea (32)digelar Satreskrim Polres bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar, Kamis  (8/4/) mulai sekitar pukul 10.30 WIB.

Rekonstruksi dilaksanakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jalan Medan Area Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar.

Sebelum reka ulang, warga yang telah lebih dahulu berada di lokasi melontarkan kata-kata makian terhadap tersangka.

“Ada 15 adegan yang diperagakan pelaku yang menghabisi nyawa korban,” ujar Ipda Wilson Panjaitan selaku Kanit Jatanras Satreskrim Polres Pematangsiantar.

Adegan pembunuhan langsung dilakukan Gea. Awalnya, ia terlebih dahulu mendatangi korban untuk menemui perempuan yang merupakan ibu kos-nya. Keduanya bertemu di ruangan tamu.

“Tujuan pelaku datang untuk meminta bajunya, yang sebelumnya tertinggal di rumah korban,” ujar Ipda Wilson.

Pasca bertemu di ruangan tamu, korban menyuruh pelaku membawa buah nenas dan pisau ke dapur. Saat itu, korban terus memarahi pelaku. Meski begitu, pelaku menuruti ucapan korban dan membawa nenas ke dapur.

“Korban dan pelaku jalan menuju dapur. Korban berada di depan pelaku. Saat itu korban dimarahi pelaku. Pelaku kesal dimarahi dan mendorong korban dari belakang hingga terguling jatuh ke anak tangga sampai ke lantai dapur rumah,” ujar Wilson seraya mengatakan, nenas dan pisau yang dibawa pelaku ikut terjatuh.

Pasca terjatuh, korban lantas berteriak minta tolong. Lalu, pelaku mengambil bantal dan kursi yang ada di dekat korban. Kemudian, membekap (menutup) wajah korban dengan bantal dan kursi.

Sebelum korban meninggal dunia, ia sempat hendak melakukan perlawanan dengan mengambil pisau yang sebelumnya terjatuh. Melihat hal tersebut, pelaku segera mengambil pisau terlebih dahulu.

“Sempat korban dan pelaku rebutan pisau yang sebelumnya terjatuh. Saat rebutan pisau itu lah tubuh korban terluka kena sabetan pisau hingga korban tidak sadarkan diri,” ungkap Wilson.

Melihat korban tidak sadarkan diri, Gea menyeret tubuh tua itu masuk ke gudang yang ada di dekat dapur.

Pasca dimasukkan ke gudang, korban tersadar dan mengatakan, “Aku ada di mana?”

Mendengar korban berbicara, pelaku lantas menutup pintu gudang.

Kemudian, Gea membuang isi bantal dan kursi yang sebelumnya berserakan. Ia membuangnya melalui jendela yang mengarah ke aliran Sungai Bah Bolon yang ada di belakang rumah korban.

“Selain itu, pelaku membuang pisau yang sebelumnya mengenai tubuh korban ke sungai. Pelaku juga membersihkan percikan darah di lantai menggunakan kain pel yang ada di rumah korban,” ujarnya kembali.

Usai membersihkan percikan darah, Gea lantas mengganti pakaiannya. Lalu pakaian yang bekas dipakainya juga dibuangnya ke sungai.

“Usai mengganti pakaian, pelaku mengambil handphone miliknya yang terjatuh. Lalu pelaku mengambil dompet berisi uang dan kunci serta handphone milik korban dan pergi meninggalkan korban,” tutur Wilson.

Saat berlangsungnya rekontruksi, untuk memerankan korban, pihak kepolisian dalam hal ini Satreskrim Polres Pematangsiantar menggunakan peran pengganti.

“Sejauh ini pelaku pembunuhan satu orang. Pelaku membunuh korban secara spontan dan bukan berencana,” pungkas Ipda Wilson. (tim/fabe)