News

Diajak Teman Cari Kerja, Gadis Asal Siantar Meninggal di Malaysia

FaseBerita.ID – Dedi Hakim Napitupulu(60) sangat terkejut mengetahui putrinya, Wilda Apriani Napitupulu(28), dikabarkan meninggal di Hospital Kajang Selangor Malaysia, Kamis (9/5) pukul 17.00 WIB.

Dedi ditemui di kediamannya di Gang Jafar, Jalan Tanah Jawa, Kelurahan melayu, Kecamatan Siantar Barat, mengaku selain sangat sedih juga kebingungan untuk membawa pulang jenazah anaknya.

Karena hubungannya ke Malaysia tidak ada dan biaya pemulangan yang diperkirakan tidak mampu disediakannya sendiri. Dedi merasa tidak bisa berbuat apa-apa.

“Saya tidak tahu lagi mau bilang apa, anak saya sudah meninggal. Untuk membawa jenazahnya saja kemari kami tidak sanggup,” ujarnya sambil meneteskan air mata saat diwawancari, Jumat (10/5).

“Saya bekerja tidak tetap dan ibu hanya tukang urut. Saya berharap agar pemerintah mau membantu agar jenazah anak saya di bawa pulang,” ujarnya.

Sementara itu, Nita Napitupulu kakak pertama Wilda menjelaskan bahwa Wilda sudah dirawat hampir seminggu di Malaysia. Dokter rumah sakit di sana mengatakan kalau Wilda terkena sakit timbale, sejenis virus yang menggerogoti otak.

“Adik saya menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Kamis (9/5) pukul 17.00 WIB di Rumah Sakit Kajang Selangor Malaysia. Rencananya besok (hari ini) jenazah dibawa pulang, tetapi belum tau pasti jam berapa sampainya. Kemarin pihak keluarga dan teman-teman di sana lagi pengurusan sama kedutaan Indonesia (KBRI),” terangnya.

Nita menceritakan, adiknya itu berangkat ke Malaysia atas ajakan temannya yang tinggal di Malaysia dengan alasan bekerja di kafe. Atas ajakan temannya yang merupakan asal Siantar ini, Wilda kemudian berangkat tiga minggu yang lalu dengan menggunakan visa pelancong.

Wilda diketahui berangkat sendiri ke Malaysia tanpa rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja Kota Pematangsiantar.

Setelah sampai di Malaysia, Wilda tinggal bersama temannya di Selangor Malaysia dan dua minggu kemudian, Wilda bekerja sebagai pelayan di salah satu kafe. Tapi masih satu minggu kerja, Wilda jatuh sakit dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Kerabat di sana selanjutnya mengabari ke keluarga tentang kondisi Wilda yang sudah sakit parah. Tapi setelah menjalani perawatan, Wilda akhirnya meninggal dunia.

Mendapat kabar duka ini, Ibu Wilda berangkat ke Malaysia pada Selasa (7/5) untuk mengurus kepulangan jenazah Wilda ke Siantar.

Kerabat Wilda dan orangtuanya selajutnya menghubungi pihak kedutaan Indonesia untuk bermohon supaya bisa dibantu administrasi dan biaya pemberangkatan jenazah Wilda ke Siantar.

Hingga berita ini diturunkan, informasi dari pihak keluarga bahwa jenazah Wilda akan diberangkatkan dari Malaysia pada Jumat (10/5) malam.

Sementara itu, saat media ini mendatangi Kantor Dinas Ketenaga kerjaan (Disnaker) guna meminta penjelasan mengenai status Wilda di Malaysia, pihak Disnaker mengatakan bahwa tidak ada data nama Wilda tercatat sebagai TKI di Malaysia.

“Kalau masalah kasus Wilda kita sudah mengetahuinya, kita sudah mencari data apakah dia termasuk TKI. Tetapi didata kita, dia tidak memiliki paspor sebagai TKI dan laporan dari Balai Pelayanan Penetapan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) juga belum ada,” terang Sekretaris Disnaker Kota Pematangsiantar Khodir Siregar.

“Kita akan periksa lebih lanjut apakah dia ini berpaspor plancong atau berpaspor TKI. Kalau dia berpaspor TKI, pasti akan datang laporan dari Balai Pelayanan Penetapan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) dan kita akan melakukan prosedur dan mendatangi rumah duka. Kalaupun dia berpaspor pelancong kita akan konfirmasi lagi ke pimpinan tindaklanjutnya,” ujarnya. (mag04/pra)