News

Di Tapsel, Bayi Empat Bulan Dianiaya Ibunya

FaseBerita.ID – Bayi perempuan itu masih berusia empat bulan, tak mengerti apapun kecuali hanya menangis. Hari itu, Kamis (12/3), ayah dan ibunya MS (63) dan PS (27) bertengkar, hingga berujung sang ibu memukul bagian kepalanya hingga terluka. Peristiwa ini terjadi di salah satu desa di Kecamatan Sayurmatinggi, Tapanuli Selatan.

MS dan PS memiliki tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Dan, yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga itu, adalah bungsu berinisial RS, bayi perempuan.

Sebelum bersama MS, sesungguhnya PS juga sudah pernah kawin dan telah lebih dahulu memiliki seorang anak perempuan dari yang pertama. Dan saat ini duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar. Tinggal bersama mereka. Jadi, terhitung ada empat anak di dalam rumah tangga itu.

MS menurut PS, suaminya ini acapkali menganiaya dan berperilaku kasar pada anak pertama hasil perkawinan dari suaminya pertama itu. Berbeda perlakuan dengan yang lain. Puncaknya Kamis kemarin itu, karena tak tahan dengan pebuatan MS, PS pun menganiya anaknya yang terakhir buah hati perwakinannya dengan MS, hingga luka pada bagian kepala.

Mengetahui itu, Camat Sayurmatinggi Emmy Faridha dan Polmas serta Babinsa setempat pun melakukan mediasi di keluarga ini. Dan mereka mengambil perjanjian kedua orangtua sang anak tidak lagi mengulanginya.

“Kami sudah lakukan mediasi di desa, mereka sudah berjanji. Tapi melihat kondisi anak, itu bagaimana? Dan ini kan persoalan keluarga ini yang berujung pada kekerasan anak, saya tanya Kades menjamin, gak? Gak katanya. Kita masing-masing buat laporan,” kata Emmy Faridha.

Kapolres Tapsel AKBP Irwan Zaini Adib, kemudian meminta agar anak yang menjadi korban itu dibawa berobat ke Puskesmas Sayurmatinggi, segera. Dirawat di sana selama sehari semalam. Keesokannya, Jumat (13/2), Camat, Dinas Sosial, PPA, dan Polres Tapsel bersepakat agar anak yang menjadi korban ini dirawat di RSUD Sipirok, kendati lukanya yang cukup parah pada bagian kepala.

Sementara untuk pelaku sekaligus ibu korban, menurut AKBP Irwa Zaini Adib akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan dulu.

“Kasusnya termasuk KDRT. Untuk sementara si pelaku atau ibu korban PS, akan kita periksakan dulu kejiwaannya karena diduga ada kelainan. Kita sangat mendahulukan kemanusiaan dan penyelamatan korban dalam menangani kasus ini, karena korban juga memiliki dua saudara yang masih anak anak dibawah umur. Kita selamatkan dulu anak anaknya sambil kasusnya berjalan,” katanya.

Saat ini, bayi 4 bulan ini sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Sipirok didampingi Pengurus Bhayangkari Polsek Batang Angkola.

“Karena keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS, sementara semua biaya perawatan ditanggung Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Tapsel Ny Dewi Irwa,” jelas Kapolres Tapanuli Selatan. (san)

USI