News

Di Sidimpuan, 1 Ha Lahan Terbakar

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Sejumlah pohon karet di lahan milik Soala Gogo Simatupang (47) di Aek Sorik Lingkungan V, Melati Sebrang, Kelurahan Sidangkal, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, ditumbang sejak tiga bulan lalu. Dan, tumpukan ranting dan batang pohon karet itu menjadi penyebab kebakaran lahan Rabu (26/6) petang.

Dari keterangan warga, Atilisa Hura (40) dan Omelius Gulo (25) kepada polisi. Petang itu sekitar pukul 18.00 WIB, mereka yang tengah asyik menikmati kopi di pelataran rumahnya, melihat api dari kebun milik Soala dan membesar hingga semakin dekat ke rumah mereka.

Keduanya pun kemudian berupaya ke kebun itu untuk membatasi jilatan api agar tidak semakin melebar hingga kemungkinan terburuknya ke tempat tinggal mereka. Keduanya merupakan keluarga yang tinggal di sekitar kebun itu dan menjadi petani juga.

Lahan yang terbakar juga merupakan lahan kebun karet yang telah ditumbang dan rencananya akan digarap kembali dan diganti dengan tanamam pisang dan pinang. Terbakar seluas satu setengah hektar.

“Adapun penyebab terjadinya kebakaran tersebut adalah diduga akibat kelalaian yang tidak sengaja membakar dahan, ranting pohon karet yang tumbang tersebut,” kata Pawas Polres Padangsidimpuan, Iptu L Sihaloho.

Kerugian dari itu sebenarnya tidak ada, sebab lahan telah ditumbang dan rencana pemiliknya sebelumnya juga kemungkinan akan dibakar jika kayunya tak diturunkan. Menurut Iptu L Sihaloho, mereka dari kepolisian ada delapan personil yang turut bersama pemilik dan warga di situ dalam upaya pemadamannya.

“Korban tidak ada dan kerugian juga nihil, kan katanya si pemilik itu juga sebenarnya sudah ditumbang. Cuma mungkin ada yang bermain api di sana, jadi membesar dan lahan terbakar,” ungkap polisi yang turut di lokasi itu.

Pemadaman dilakukan dengan cara memisahkan rerenting dan bara api yang telah terbakar. Sebab lahan itu jauh dari akses air. Namun upaya pemadaman itu dilakukan agar tidak melebar dan semakin membesar hingga merugikan pihak lain. Api pun kemudian padam setelah dua jam berselang, pukul 22.20 Wib. (san)