News

Di Sibolga, Oknum Guru SD Terlantarkan Istri

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Seorang oknum tenaga pendidik di SDN 081226 Sibolga berinisial JS, diduga menelantarkan istrinya. Selaku guru, yang kesehariannya menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya, tidak sepantasnya berbuat hal demikian.

Menurut keterangan AES, istri sahnya, suaminya tersebut telah meninggalkannya selama 1 tahun. Dan selama itu pula, tidak ada kabar dan nafkah yang diberikan. AES, yang ditemui di rumah orangtuanya di Jalan Ketapang, Kelurahan Sibolga Ilir, Sibolga Utara menceritakan awal mula suaminya pergi meninggalkannya.

Tepat bulan September tahun 2018, tiba-tiba JS pamit hendak ke rumah saudaranya di Tano Ponggol, Kecamatan Sarudik, Tapteng. Alasannya, ingin menemui orangtuanya yang baru saja tiba dari kampung. Menurutnya, sebelumnya tidak ada persoalan di antara mereka. Bahkan, keduanya masih sempat bercanda dan tertawa di rumah tersebut.

“Kami menikah tahun 2015, jadi sudah 4 tahunlah kami berumah tangga. Kami tinggal di rumah mamak, di Ketapang. Kejadiannya bulan Sembilan (September), gak ada alasan, dia pergi dari rumah. Awalnya dia bilang mau ke Tano Ponggol karena mertuaku datang dari kampung. Itulah alasannya waktu itu,” kata AES memulai ceritanya, Senin (22/7/2019).

Beberapa hari kemudian, kebohongan JS terbongkar, saat salah seorang teman gurunya menelpon. Guru tersebut mempertanyakan keberadaan suaminya yang sudah beberapa hari tidak pernah masuk kerja.

“Tahuku, yang adanya kawannya guru, dia kan honor di SD itu, menelpon aku, menanya kenapa dia (JS) gak pernah kerja,” ungkapnya.

Mendengar itu, muncul kecurigaan AES kalau suaminya sedang berencana untuk meninggalkannya. Ditambah lagi, sebelum pergi dari rumah, An sempat menanyakan alasan JS yang membawa sepasang pakaian dinasnya.

“Awalnya juga aku sudah curiga, karena malam itu dia membawa sepasang baju dinasnya. Sempat kutanya, kenapa kau bawa baju dinasmu, katanya pulangnya aku. Ternyata, sampai sekarang gak pulang-pulang,” ketusnya dengan nada kecewa mengenang saat itu.

Ironinya, 4 hari setelah tidak ada kabar, AES melihat JS sudah masuk kerja, karena letak sekolah tempat JS mengajar tidak jauh dari rumah orangtuanya. Kemudian, AES mencoba menemui JS untuk mempertanyakan kabarnya. Namun, dengan ketus JS malah menghinanya. “Empat hari kemudian dia sudah masuk kerja.

Kukunjungilah dia ke sekolahnya, sudah aneh-aneh bicaranya, katanya sudah kaya begu mukaku dilihatnya,” ungkapnya dengan nada sedih.

Sebulan kemudian, AES mencoba mendatangi JS dengan membawa makan siang. Lagi-lagi, bukan sambutan yang baik yang diberikan JS padanya. JS yang saat itu berada di lantai dua sekolah, melempar bekal makan siang yang dibawa AES ke lantai satu. “Belum dimakan, sudah dilemparnya dari lantai 2 ke lantai 1 nasi yang kubawa itu. Banyak yang menyaksikan, guru-guru disitu, termasuk kepala sekolah. Bahkan, kepala sekolah sempat menelepon mamakku, dan menceritakan kejadian itu,” pungkasnya.

Tak sampai di situ, upaya AES untuk berbaikan dengan JS terus dilakukan, sampai meminta mediasi keluarga terdekat dan ketua kumpulan marga. Sayang, upaya tersebut tetap tidak membuahkan hasil. Bahkan, ketua marga JS sendiripun ikut menanggung malu. Karena, JS disebut sempat memukul meja di depan ketua marga tersebut lantaran tidak setuju untuk dimediasi.

“Sampai ketua marga orang itu sudah datang untuk mempertanyakan maksudnya meninggalkan aku. Tapi apa, sampai dipukulnya meja, gak ada dihargainya dongan tubunya, ketua marganya sendiri,” ketusnya.

Terakhir kali AES menemui JS, sekitar bulan 2 tahun 2019, setelah JS dinyatakan lolos CPNS. Kali ini, kedatangan AES untuk mempertanyakan status mereka. Bukannya menjawab pertanyaan AES, JS malah bercakap sombong dengan mengatakan kalau AES sengaja ingin rujuk dengannya hanya karena statusnya telah menjadi CPNS di Pemko Sibolga.

“Terakhir aku jumpai dia bulan 2 kemarin, mau menanyakan status hubungan mereka. Katanya, karena sudah masuk PNSnya aku baru kau jumpai. Sampai-sampai katanya lagi, selama 3 tahun aku sama dengan kau, gak pernah aku sayang sama kau. Padahal, selama 4 tahun kami berkeluarga, kami tinggal di rumah mamak, karena berapalah gaji guru honor, mamaknya yang membelanjai kami. Sekarang sudah jadi PNS nya jadi sombong. Ditelponpun aku nggak pernah. Kalau kujumpai, selalu aku dipermalukannya,” tandasnya.

Menurut informasi yang dia peroleh, selama setahun, JS tinggal bersama dengan saudara perempuannya di Tano Ponggol. Meski harus menuai dosa, Ana meminta kejelasan dari JS tentang status hubungan mereka.

“Kalau janji orangtuanya, mertuaku waktu itu, sabar lah kau, pulangnya itu. Ternyata, sampai sekarang gak pernah pulang-pulang. Gak tahu apa maksudnya, kalau memang mau diceraikan, kenapa gak dibilangnya. Kalau status bergini kan, aku yang malu sama orang. Sekalian cerai,” pungkasnya dengan nada kesal dan sedih mengingat perbuatan JS padanya.

Terpisah, Uduran Marbun, Kepala SDN 081226 yang dicoba ditemui untuk mempertanyakan kelakuan tenaga pendidiknya tersebut, tidak berhasil. Sementara, JS yang saat itu berada di ruang perpusatakaan langsung pergi meninggalkan wartawan. (ts)