News

Di Paluta, 4 Orang ODP dan 188 Pelaku Perjalanan Masuk dalam Pantauan: PDP NIHIL

FaseBerita.ID – Empat orang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 188 orang yang baru melakukan perjalanan keluar daerah juga masuk dalam daftar pantauan Tim Terpadu Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Demikian disampaikan juru bicara Tim Terpadu Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Paluta, Lairar Rusdi Nasution SSTP, Jumat (27/3).

“Untuk kategori ODP ada empat orang, dan untuk pelaku perjalanan yang juga kita pantau ada 188 orang. Sedangkan untuk PDP masih nihil,” katanya.

Dijelaskannya, sebutan pelaku perjalanan ini merupakan sebutan bagi warga yang baru melakukan perjalanan ke luar daerah yang disinyalir merupakan daerah pandemi Covid-19. Sedangkan untuk kategori ODP adalah sebutan bagi orang yang juga diketahui melakukan perjalanan ke luar daerah dan mengalami keluhan kesehatan yang mengarah kepada gejala suspect Covid-19.

Lanjutnya, untuk empat orang yang masuk kategori ODP saat ini masih dilakukan perawatan serta pengobatan dan jika nanti kondisi kesehatannya semakin memburuk akan ditingkatkan statusnya menjadi Pasien Dalam Perawatan (PDP) dan apabila perlu akan dirujuk ke rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan penyakit Covid-19.

“Selain punya riwayat perjalanan dari tempat terjangkit, ke empat orang tersebut juga mengalami gejala klinis yang muncul seperti batuk, pilek, flu ringan atau demam. Makanya saat ini kita rawat dan dikategorikan ODP,” jelasnya.

Dan untuk 188 orang pelaku perjalanan sudah di cek kesehatannya dan kondisinya normal serta tidak ada keluhan. Meski begitu akan dilakukan pemantauan dan diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan sejak yang bersangkutan di cek kesehatannya oleh petugas.

“Dan apabila selama 14 hari ke depan ada gejala-gejala seperti batuk, pilek atau demam agar langsung melapor ke petugas kesehatan didesa atau posko maupun puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis dan bisa saja berubah statusnya menjadi ODP,” tambahnya.

Sedangkan untuk ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas kesehatan saat ini sudah disediakan oleh pihak Pemkab Paluta sambil menunggu APD yang akan disuplai oleh pihak Pemprovsu maupun pemerintah pusat yang masih dalam perjalanan. (ais)

USI