News

Di Batubara, 13 Orang Berstatus ODP

FaseBerita.ID – Kepala Dinas Kesehatan Batubara, drg. Wahid Khusairi, MM mengungkap, hingga 20 Maret 2020, telah menetapkan 13 orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena melakukan perjalanan dari luar negeri dan luar daerah. Dan telah menyiapkan 15 Alat Pelindung Diri (APD) hingga 23 Maret mendatang.

Hal itu diungkapkan Wahid Khusairi dalam laporannya pada Rapat Kordinasi Teknis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jumat (20/3), di Aula Rumah Dinas Bupati, Komplek Perumahan PT. Inalum Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Kabuputen Batubara.

Kemudian, Dinkes Batubara juga telah mempersiapkan Alat Pelindung Diri (APD) hingga pada 23 Maret mendatang.

Bupati Batubara, Zahir, dalam sambutannya menyampaikan, kerja Tim Gugus Tugas tidak lagi bersifat imbauan, melainkan harus dilaksanakan secara teknis di lapangan.

Secara teknis misalnya, ketersediaan hand sinitizer, disinfektan, masker atau monitoring warga yang baru pulang dari daerah yang sudah pandemi Covid-19.

Selain itu, Zahir juga menegaskan tidak mengizinkan perjalanan dinas bagi ASN, baik dalam maupun luar kota, terkecuali mendapat izin dari Bupati.

Kemudian dalam Rakornis, Bupati Batubara juga menginstruksikan kepada seluruh camat, agar meningkatkan sosialisasi Covid-19 kepada seluruh lapisan masyarakat.

Terhadap Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zahir meminta agar mengantisipasi ketersedian stok pangan.
Melalui Rakornis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini, Bupati Zahir meminta kepada Dandim dan Kapolres, mohon bantuan terkait pengawasan di pelabuhan tikus yang ada di pesisir pantai Kabupaten Batubara, karena saat ini banyak TKI dari Malaysia pulang ke Batubara.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Batubara menyampaikan, telah berkonsultasi dengan Kakan Imigrasi Tanjung Balai.

Dari hasil data yang diberikan per 1 Maret – hingga 17 Maret ada 113 pembuatan pasport.

Berkaitan dengan kedatangan warga Batubara yang pulang melalui Pelabuhan Teluk Nibung, ada berkisar 44 orang warga Batubara kembali ke Indonesia dari Malaysia.

”Alat pendeteksi di Pelabuhan Teluk Nibung sangat sederhana, sehingga tidak bisa dipastikan apakah 100 persen negatif Covid-19 yang sudah diperiksa di pelabuhan tersebut,” ucap Ketua DPRD itu.

Berikut dari Kepala BPBD Kabuputen Batubara Anwardi menyampaikan, setelah dikeluarkan bahaya Covid-19, Tim Gugus Tugas Covid-19 telah melaksanakan tupoksinya, sesuai dengan SKPD nya masing-masing.

Menurut sepengetahuannya, Insyaallah belum ada kasus corona di Kabupaten Batu Bara. Meskipun belum ada, kita berharap kerjasama, agar dapat menanggulangi dan mencegah wabah Covid-19 di Kabupten Batubara. (mag-14/han)

iklan usi